0

MODEL JARINGAN 7 OSI LAYER

Posted by Ryas Astria on 00.50 in
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for
Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses
komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri
komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Model Layer OSI

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses
komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar
perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error”
selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus
pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network
Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer
adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
“Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi
tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software
komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity”
(dapat dibongkar pasang).
“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau
merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus
berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari
vendor yang berbeda dan bermacam‐macam alasan atau keinginan yang berbeda. Berikut
diilustrasi dari modularity

0

PROPOSAL

Posted by Ryas Astria on 01.32 in
Pengertian Proposal
Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis:
  1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.
  2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
  3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca
Karakteristik Proposal
Proposal penelitian mahasiswa memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
  • Merupakan suatu rancangan pokok penelitian yang akan dilakukan guna mengumpulkan bahan penulisan skripsi.
  • Memperlihatkan kemampuan mahasiswa terhadap permasalahan yang akan diteliti dan pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian tersebut.
  • Ruang lingkup proposal sesuai dengan bidang kajian akademis mahasiswa.
  • Rancangan penelitian mengacu kepada permasalahan aktual dan memiliki kontribusi bagi pengembangan ilmu maupun kepentingan praktisi di lapangan.
Jenis-jenis Proposal
Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Proposal berbentuk formal
Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
  • Bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan;
  • Isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya;
  • Bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
2. Proposal berbentuk semiformal
3. Proposal berbentuk nonformal.

Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

Syarat-syarat proposal yang baik diantaranya :

1. Jelas (Clear), yang dimaksud jelas, proposal harus dapat memaparkan kegiatan usaha secara jelas, terutama mengenai :
  • bidang usaha,
  • status kepemilikan,
  • surat izin badan usaha yang diperlukan,
  • bentuk kerja sama yang ditawarkan,
  • pasar produk yang ditawarkan,
  • tenaga kerja,
  • pesaing,
  • bahan baku.
2. Singkat (Consice)
Proposal harus ditulis singkat tanpa melupakan kaidah-kaidah penulisan dan mengurangi kejelasan dan kelengkapan proposal. Harap diingat, bahwa dunia usaha selalu harus mengikuti perkembangan, karenanya penyampaian sesuatu secara singkat dan tepat pada sasaran merupakan sesuatu keharusan

3. Lengkap (Complette)
Propposal harus dibuat secara lengkap, artinya proposal harus dibua dengan informasi pendukug. Kelengkapan informasi terutama mengenai pesaing dan peluang pasar akan sangat membantu pelaksanaan usaha. Usaha menutup-nutupi informasi akan menjadikan bumerang bagi pengelola usaha, karena pada waktunya akan diketahui juga.

4. Benar (Correct)
Kebenaran proposal sangat dipengaruhi oleh nurani pembuat. Jangan sampai karena ingin meyakinkan dan membuat proposal semenarik mungkin, penyusun menyembunyikan informasi-informasi yang yang dirasa kurang menguntungkan. Bila pada suatu waktu diketahui ketidkbenaran proposal, nama baik dan kredibilitas penyusun sangat dipertaruhkan. Adalah sesuatu hal yang sangat sulit meyakinkan orang, bila pernah membohonginya, dasar utama dari bisnis adalah kepercayaan, karenanya kepercayaan adalah sesuatu yang sangat mahal.

5. Tidak Kadaluwarsa (Up To Date)
Keakuratan dan ketepatan data pendukungsangat diperlukan dalam penyusunan usaha. Perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat mengharuskan kegiatanusaha mengikutinya. Proposal usahapun demikian, ia harus dibuat sesuai perkembangan. Perkembangan tidak hanya sebatas pada perkembangan ilmu dan teknoligi saja, tetapi juga perkembangan pranatadan nilai-nilai yang dianut masyarakat.

Sistematika Proposal

Rancangan atau proposal penelitian untuk skripsi mahasiawa terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut :
I. PENDAHULUAN
Bagian pendahuluan ini mengemukakan tentang latar belakang masalah dan urgensi mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan. Hal itu dapat dikemas dalam beberapa bagian seperti :
  1. Latar belakang
  2. Identifikasi masalah
  3. Batasan dan rumusan masalah
  4. Tujuan dan manfaat penelitian.
II. LANDASAN TEORI
Bagian ini terdiri dari:
  1. Uraian teori
  2. Kerangka konseptual
  3. Hipotesis (untuk penelitian tertentu boleh tidak menggunakan hipotesis)
III. METODOLOGI PENELITIAN
Bagian ini menyajikan penjelasan antara lain meliputi :
  1. Variabel penelitian (defenisi operasional)
  2. Tempat dan waktu penelitian
  3. Sumber data atau populasi dan sampel
  4. Alat pengumpul data (sebaiknya dilengkapi dengan kisi-kisi atau indikator)
  5. Teknik analisis data yang digunakan.
IV. DAFTAR PUSTAKA




Referensi :
http://www.azuar.tripod.com/pedomanpenelitian.html
http://drsbusraelgeri.blogspot.com/2009/08/materi-pelajaran-kewirausahaan-smk.html
http://indonesialanguage.blogspot.com/2008/03/materi-bahasa-indonesia_07.html

0

Laporan

Posted by Ryas Astria on 00.34 in
Pengertian :
Laporan merupakan hal yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian laporan menurut F X Soedjadi mendefinisikan sebagai berikut:
  1. Laporan adalah suatu bentuk penyampaian berita,keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun tulisan dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang ( authority ) dan tanggung jawab ( responsibility ) yang ada antara mereka.
  2. Laporan adalah salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya.
Kata “Laporan” dibentuk dari kata dasar ‘Lapor” dan mendapat akhiran (sufiks) -an, yang dapat diberi arti sebagai segala sesuatu yang dilaporkan atau pemberitahuan tentang sesuatu. Pengertian Laporan menurut The Oxford Englsih Dictionary dalam kusumah, dkk (2002 : 2.3) adalah :
  1. Cerita yang dibawakan oleh seseorang kepada orang lain yang diteliti secara khusus.
  2. Pernyataan formal hasil penelitian, tentang sesuatu hal yang memerlukan informasi yang pasti, dibuat oleh seseorang atau sebuah lembaga.
Siswanto (1982:62) memberikan batasan tentang laporan (report) yaitu sebagai informasi tertulis yang dimaksudkan sebagai pertanggungjawaban atas sesuatu penugasan. Laporan juga dapat sebagai sesuatu macam dokumen yang disampaikan atau menyampaikan informasi mengenai sebuah masalah yang telah atau tengah diselidiki, dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran atau tindakan yang akan diambil (Keraf,1993:284).

Sejalan dengan pendapat Keraf, Parera (1987:56) mengemukakan laporan pada dasarnya suatu bentuk penyampaian dan perjanjian fakta-fakta dan pemikiran-pemikiran guna tindakan.

Dasar-dasar Membuat Laporan

a. Jelas
Kejelasan suatu laporan diperlukan baik kejelasan dalam pemakaian bahasa, istilah, maupun kata-kata harus yang mudah dicerna, dipahami dan dimengerti bagi si pembaca. Kejelasan suatu laporantersebut tentu saja didukung oleh penguasaan materi laporan dari si pemberi laporan sehingga dengan adanya jaminan bahwa si pembuat laporan menguasai materinya merupakan jaminan kejelasan suatu laporan di samping hal-hal tersebut di atas.

b. Sasaran Permasalahan
Caranya dengan jalan menghindarkan pemakaian kata-kata yang membingungkan atau tidak muluk-muluk, demikian juga dalam hal penyusunan kata-kata maupun kalimat harus yang jelas, singkat jangan sampai melantur kemana-mana dan bertele-tele yang membuat si pembaca laporan semakin bingung dan tidak mengerti.

c. Lengkap
Kelengkapan tersebut menyangkut :
  • Permasalahan yang dibahas harus sudah terselesaikan semua sehingga tidak menimbulkan tanda tanya.
  • Pembahasan urutan permasalahan harus sesuai dengan prioritas penting tidaknya permasalahan diselesaikan atau dengan kata lain masalah yang sangat penting diutamakan pembahasannya baru masalah-masalah yang timbul dalam pembahasan sampingan seyogyanya juga dibahas. Sehingga laporan menjadi lengkap dan mantap karena sudah mencakup segala segi yang didukung dengan data-data statistik yang jelas dan lengkap.
d. Tepat waktu dan cermat
Tepat waktu sangat diperlukan dalam penyampaian laporan kepada pihak-pihak yang membutuhkan karena pihak yang membutuhkan laporan untuk menghadapi masalah-masalah yang bersifat mendadak membutuhkan pembuatan laporan yang bisa diusahakan secepat-cepatnya dibuat dan disampaikan.

e. Tetap
Laporan yang didukung data-data yang bersifat tetap dalam arti selalu akurat dan tidak berubah-ubah sesuai dengan perubahan waktu dan keadaan akan membuat suatu laporan lebih dapat dipercaya dan diterima. Keterangan-keterangan dalam menyampaikan laporan tidak boleh saling bertentangan satu sama lain.

f. Objektif dan Faktual
Pembuatan laporan harus berdasarkan fakta-fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya maupun dibuat secara objektif.

g. Harus ada proses timbal balik
  • Laporan yang baik harus bisa dipahami dan dimengerti sehingga menimbulkan gairah dan minat si pembaca.
  • Jika si pembaca memberikan respon berarti menunjukkan adanya proses timbal balik yang bisa memanfaatkan secara pemberi laporan maupun si pembaca laporan.
Ada juga syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam membuat laporan, yaitu :
1. Lengkap.
Artinya data dan fakta yang ada dalam laporan harus lengkap.

2. Jelas.

Sebuah laporan disebut jelas bila uraian dalam laporan tidak memberi peluang ditafsirkan secara berbeda oleh pembaca yang berbeda. Ini dapat dicapai bila bahasa yang digunakan benar dan komunikatif.

3. Benar / akurat.

Data dan fakta yang salah dapat menuntun pembaca membuat suatu keputusan yang salah. Jadi kebenaran dan keakuratan isi laporan sangat diperlukan.

4. Sistematis.

Laporan harus diorganisasikan sedemikian rupa, dengan system pengkodean yang teratur, sehingga mudah dibaca dan diikuti oleh pembaca. Laporan yang sistematis juga menunjang unsur kejelasan yang sudah diciptakan oleh unsur – unsur bahasa.

5. Objektif.

Penulis laporan tidak boleh memasukkan selera pribadi ke dalam laporannya. Pelapor harus bersikap netral dan memakai ukuran umum dalam minilai sesuatu.

6. Tepat waktu.
Ketepatan waktu mutlak diperlukan, karena keterlambatan laporan bisa mengakibatkan keterlambatan pengambilan keputusan.

Jenis-jenis Laporan
Laporan dapat digolongkan menurut:
A. Maksud pelaporan
  1. Laporan informativ, yaitu laporan yang dimaksudkan untuk memberi informasi dan bukan dimaksudkan untuk memberi analisis atau rekomendasi. Titik pentingnya adalah pemberian informasi yang akurat dan terinci.
  2. Laporan rekomendasi, yaitu laporan yang di samping memberikan informasi juga menyertakan pendapat si pelapor, dengan maksud memberikan rekomendsasi (usul yang tidak mengikat). Meski demikian akurasi dan rincian informasi tetap diperlukan supaya rekomendasi yang diberikan juga meyakinkan.
  3. Laporan analitis, yaitu laporan yang memuat sumbangan pikiran si pelapor, bisa berupa pendapat atau saran, setelah melalui analitis yang matang dan mendalam. Kebanyakan laporan akademis berada pada kategori ini.
  4. Laporan Pertanggungjawaban, yaitu dimana si pelapor memberi gambaran tentang pekerjaan yang sedang dilaksanakan (Progress report) atau sudah dilaksanakan (bersifat evaluatif)
  5. Laporan Kelayakan (feasibility report), yaitu pelapor menganalisis suatu situasi atau masalah secara mendalam untuk menuju penilaian yang bersifat pilihan: layak atau tidak. Berbagai alternative dinanalisis, kemudian ditentukan mana yang lebih baik.
B. Bentuk Laporan
  1. Laporan berbentuk Memo, biasanya laporan pendek yang memuat hal – hal pokok saja, dan beredar di kalangan intern organisasi.
  2. Laporan berbentuk Surat, isinya lebih panjang daripada laporan yang berbentuk memo, sekitar tiga lembar folio. Bisa ditujukan ke luar organisasi.
  3. Laporan berbentuk naskah, laporan ini bisa panjang atau pendek. Bila panjang dibuat dalam format buku, dan dalam penyampaiannya mutlak diperlukan surat atau memo pengantar
  4. Laporan berbentuk Campuran, laporan ini tidak lain gabungan antara bentuk naskah dengan memo atau surat. Dibuat begini karena isinya cukup kompleks sehingga harus dipadukan dengan bentuk naskah agar pengkodean bagian – baiannya lebih mudah dilakukan.
C. Waktu Penyampaian
  1. Laporan Insidental, laporan ini tidak disampaikan secara rutin, hanya sekali- sekali saja dalam rangka suatu kegiatan yang tidak terjadwal tetap.
  2. Laporan Periodik, ditulis dalam suatu periode tertentu dan dinamai sesuai periodenya pula. Contoh: Laporan harian, Mingguan, Bulanan dan seterusnya.
D. Cara Penyampaian
  1. Laporan lisan, disampaikan secara lesan, biasanya dilakukan hal-hal yang perlu segera disampaikan laporan lisan dapat dengan tatap muka, lewat telepon , wawancara dan sebagainya.
  2. Laporan tertulis, disampaikan secara lengkap dalam bentuk tulisan.
E. Bahasa yang digunakan
  1. Laporan yang ditulis secara populer, yang menggunakan kata-kata sederhana, kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor / lucu.
  2. Laporan yang ditulis secara ilmiah, sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistimatis serta logis.
F. Isinya
  1. Laporan kegiatan, misalnya pelaksanaan perkemahan, pelaksanaan ujian SKU, SKK, Pramuka Garuda.
  2. Laporan perjalanan, misalnya laporan wisata, pengembaraan, penjelejahan dan sebagainya.
  3. Laporan keuangan, menyangkut masalah penerimaan dan penggunaan uang.
Fungsi Laporan
Penyampaian laporan biasanya dilakukan oleh seorang bawahan kepada atasan, dalam hal ini adalah atasan yang memberikan tugas / perintah atau yang mempunyai fungsi kontrol dan pengawasan atas dirinya atau atas kegiatan yang dilaporkan. Laporan juga bisa bersifat koordinatif (komunikasi horizontal) bila ditulis oleh petugas dengan posisi sejajar dengan pembacanaya. Atas dasar itu pelaporan mengandung empat fungsi:
  1. Fungsi Informatif, laporan bisa digunakan sebagai sumber informasi bagi pembacanya
  2. Fungsi Pertanggung jawaban, laporan merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban penulis terhadap pembaca laporan / atasannya, atau tugas yang harus dan telah dilaksanakannya.
  3. Fungsi Pengawasan, dengan membaca laporan, seorang atasan bisa mengawasi bawahan serta tugas yang dilakukan bawahan tanpa harus melihat langsung.
  4. Fungsi Pengambilan Keputusan, laporan dari bawahan dapat digunakan oleh atasan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Juga berlaku untuk laporan koordinatif. Seorang Kepala Bagian atau Manajer dapat menggunakan laporan Manajer lain untuk membuat keputusan di bagiannya sendiri.
Sistematika Laporan Ilmiah
Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal-hal yang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap.Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas:
A. Bagian awal, terdiri atas :
  1. halaman judul:judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penuli, intansi asal, kota penyusunan,dan tahun.
  2. halaman pengesahan (jika perlu)
  3. halaman motto/semboyan(jika perlu)
  4. halaman persembahan (jika perlu)
  5. prakata
  6. daftar isi
  7. daftar table
  8. daftar grafik
  9. daftar gambar
  10. abstrak: uraian singkat tentang isi laporan

B. Bagian Isi
a. Bab I Pendahuluan, berisi tentang:
  1. latar belakang
  2. identitas masalah
  3. pembatasan masalah
  4. rumusan masalah
  5. tujuan dan manfaat
b. Bab II Kajian Pustaka
c. Bab III Metode
d. bab IV Pembahasan
e. bab V Penutup

3. bagian akhir
  1. daftar pustaka
  2. daftar lampiran
  3. indeks : daftar istilah


referensi :
elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/.../bab8_penulisan_laporan.pdf

http://www.definisionline.com/2010/08/pengertian-laporan.html
http://www.scribd.com/doc/51789868/Pengertian-laporan
http://jilena.blogdetik.com/2009/03/10/membuat-laporan/
http://www.pramukanet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=396&Itemid=100

0

Social engineering (keamanan)

Posted by Ryas Astria on 21.14 in

Social engineering adalah pemerolehan informasi atau maklumat rahasia/sensitif dengan cara menipu pemilik informasi tersebut. Social engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara meminta informasi itu langsung kepada korban atau pihak lain yang mempunyai informasi itu.
Social engineering mengkonsentrasikan diri pada rantai terlemah sistem jaringan komputer, yaitu manusia. Seperti kita tahu, tidak ada sistem komputer yang tidak melibatkan interaksi manusia. Dan parahnya lagi, celah keamanan ini bersifat universal, tidak tergantung platform, sistem operasi, protokol, software ataupun hardware. Artinya, setiap sistem mempunyai kelemahan yang sama pada faktor manusia. Setiap orang yang mempunyai akses kedalam sistem secara fisik adalah ancaman, bahkan jika orang tersebut tidak termasuk dalam kebijakan kemanan yang telah disusun. Seperti metoda hacking yang lain, social engineering juga memerlukan persiapan, bahkan sebagian besar pekerjaan meliputi persiapan itu sendiri.
Faktor utama
Di balik semua sistem keaman dan prosedur-prosedur pengamanan yang ada masih terdapat faktor lain yang sangat penting, yaitu : manusia.
Pada banyak referensi, faktor manusia dinilai sebagai rantai paling lemah dalam sebuah sistem keamanan. Sebuah sistem keamanan yang baik, akan menjadi tidak berguna jika ditangani oleh administrator yang kurang kompeten. Selain itu, biasanya pada sebuah jaingan yang cukup kompleks terdapat banyak user yang kurang mengerti masalah keamanan atau tidak cukup peduli tentang hal itu. Ambil contoh di sebuah perusahaan, seorang network admin sudah menerapkan kebijakan keamanan dengan baik, namun ada user yang mengabaikan masalah kemanan itu. Misalnya user tersebut menggunakan password yang mudah ditebak, lupa logout ketika pulang kerja, atau dengan mudahnya memberikan akses kepada rekan kerjanya yang lain atau bahkan kepada kliennya. Hal ini dapat menyebabkan seorang penyerang memanfaatkan celah tersebut dan mencuri atau merusak datadata penting perusahaan.
Atau pada kasus di atas, seorang penyerang bisa berpura-pura sebagai pihak yang berkepentingan dan meminta akses kepada salah satu user yang ceroboh tersebut. Tindakan ini digolongkan dalam Social Engineering.
Metode
Metode pertama adalah metode yang paling dasar dalam social engineering, dapat menyelesaikan tugas penyerang secara langsung yaitu, penyerang tinggal meminta apa yang diinginkannya: password, akses ke jaringan, peta jaringan, konfigurasi sistem, atau kunci ruangan. Memang cara ini paling sedikit berhasil, tapi bisa sangat membantu dalam menyelesaikan tugas penyerang.
Cara kedua adalah dengan menciptakan situasi palsu dimana seseorang menjadi bagian dari situasi tersebut. Penyerang bisa membuat alasan yang menyangkut kepentingan pihak lain atau bagian lain dari perusahaan itu, misalnya. Ini memerlukan kerja lanjutan bagi penyerang untuk mencari informasi lebih lanjut dan biasanya juga harus mengumpulkan informasi tambahan tentang ‘target’. Ini juga berarti kita tidak harus selalu berbohong untuk menciptakan situasi tesebut, kadangkala fakta-fakta lebih bisa diterima oleh target.
Sebagai contoh seperti ini: seorang berpura-pura sebagai agen tiket yang menelepon salah satu pegawai perusahaan untuk konfirmasi bahwa tiket liburannya telah dipesan dan siap dikirim. Pemesanan dilakukan dengan nama serta posisi target di perusahaan itu, dan perlu mencocokkan data dengan target. Tentu saja target tidak merasa memesan tiket, dan penyerang tetap perlu mencocokkan nama, serta nomor pegawainya. Informasi ini bisa digunakan sebagai informasi awal untuk masuk ke sistem di perusahaan tersebut dengan account target. Contoh lain, bisa berpura-pura sedang mengadakan survei hardware dari vendor tertentu, dari sini bisa diperoleh informasi tentang peta jaringan, router, firewall atau komponen jaringan lainnya.
Cara yang populer sekarang adalah melalui e-mail, dengan mengirim e-mail yang meminta target untuk membuka attachment yang tentunya bisa kita sisipi worm atau trojan horse untuk membuat backdoor di sistemnya. Kita juga bisa sisipkan worm bahkan dalam file .jpg yang terkesan “tak berdosa” sekalipun.
Cara-cara tersebut biasanya melibatkan faktor personal dari target: kurangnya tanggung jawab, ingin dipuji dan kewajiban moral. Kadang target merasa bahwa dengan tindakan yang dilakukan akan menyebabkan sedikit atu tanpa efek buruk sama sekali. Atau target merasa bahwa dengan memenuhi keinginan penyerang-yang berpura-pura akan membuat dia dipuji atau mendapat kedudukan ynag lebih baik. Atau dia merasa bahwa dengan melakukan sesuatu akan membantu pihak lain dan itu memang sudah kewajibannya untuk membantu orang lain. Jadi kita bisa fokuskan untuk membujuk target secara sukarela membantu kita, tidak dengan memaksanya. Selanjutnya kita bisa menuntun target melakukan apa yang kita mau, target yakin bahwa dirinya yang memegang kontrol atas situasi tersebut. Target merasa bahwa dia membuat keputusan yagn baik untuk membantu kita dan mengorbankan sedikit waktu dan tenaganya. Semakin sedikit konflik semakin baik.
Riset psikologi juga menunjukkan bahwa seorang akan lebih mudah memenuhi keinginan jika sebelumnya sudah pernah berurusan, sebelum permintaan inti cobalah untuk meminta target melakukan hal-hal kecil terlebih dahulu.
Penanggulangan
  • Organisasi harus memutuskan mana informasi sensitif.
  • Kemudian mereka harus memberitahu karyawan lainnya yang informasi sensitif.
  • Karyawan harus dilatih untuk memverifikasi identitas orang yang meminta informasi sensitif.
  • Jika identitas orang itu tidak dapat diverifikasi, maka karyawan harus dilatih untuk sopan menolak permintaan tersebut.
  • Keamanan harus diuji secara berkala, dan tes ini harus tanpa pemberitahuan.
Insinyur sosial Terkemuka
  • Kevin Mitnick
Reformed komputer kemudian konsultan keamanan pidana dan Kevin Mitnick mempopulerkan istilah "sosial" rekayasa, menunjukkan bahwa lebih mudah untuk mengelabui seseorang ke memberikan password untuk sistem daripada menghabiskan upaya untuk memecahkan ke dalam sistem. Dia mengklaim itu adalah metode yang paling efektif dalam arsenal nya.
  • Badir Brothers
Brothers Ramy, Muzher, dan Shadde Badir-semuanya buta sejak lahir-berhasil mendirikan sebuah telepon yang luas dan penipuan skema komputer di Israel pada 1990-an menggunakan rekayasa sosial, peniruan suara, dan Braille-display komputer .
Jenis Social Engineering Lainnya
Karena sifatnya yang sangat “manusiawi” dan memanfaatkan interaksi sosial, teknik-teknik memperoleh informasi rahasia berkembang secara sangat variatif. Beberapa contoh adalah sebagai berikut:
  • Ketika seseorang memasukkan password di ATM atau di PC, yang bersangkutan “mengintip” dari belakang bahu sang korban, sehingga karakter passwordnya dapat terlihat;
  • Mengaduk-ngaduk tong sampah tempat pembuangan kertas atau dokumen kerja perusahaan untuk mendapatkan sejumlah informasi penting atau rahasia lainnya;
  • Menyamar menjadi “office boy” untuk dapat masuk bekerja ke dalam kantor manajemen atau pimpinan puncak perusahaan guna mencari informasi rahasia;
  • Ikut masuk ke dalam ruangan melalui pintu keamanan dengan cara “menguntit” individu atau mereka yang memiliki akses legal;
  • Mengatakan secara meyakinkan bahwa yang bersangkutan terlupa membawa ID-Card yang berfungsi sebagai kunci akses sehingga diberikan bantuan oleh satpam;
  • Membantu membawakan dokumen atau tas atau notebook dari pimpinan dan manajemen dimana pada saat lalai yang bersangkutan dapat memperoleh sejumlah informasi berharga;
  • Melalui chatting di dunia maya, si penjahat mengajak ngobrol calon korban sambil pelan-pelan berusaha menguak sejumlah informasi berharga darinya;
  • Dengan menggunakan situs social networking – seperti facebook, myspace, friendster, dsb. – melakukan diskursus dan komunikasi yang pelan-pelan mengarah pada proses “penelanjangan” informasi rahasia;
  • dan lain sebagainya.
Target Korban Social Engineering
Statistik memperlihatkan, bahwa ada 4 (empat) kelompok individu di perusahaan yang kerap menjadi korban tindakan social engineering, yaitu:
1. Receptionist dan/atau Help Desk sebuah perusahaan, karena merupakan pintu masuk ke dalam organisasi yang relatif memiliki data/informasi lengkap mengenai personel yang bekerja dalam lingkungan dimaksud;
2. Pendukung teknis dari divisi teknologi informasi – khususnya yang melayani pimpinan dan manajemen perusahaan, karena mereka biasanya memegang kunci akses penting ke data dan informasi rahasia, berharga, dan strategis;
3. Administrator sistem dan pengguna komputer, karena mereka memiliki otoritas untuk mengelola manajemen password dan account semua pengguna teknologi informasi di perusahaan;
4. Mitra kerja atau vendor perusahaan yang menjadi target, karena mereka adalah pihak yang menyediakan berbagai teknologi beserta fitur dan kapabilitasnya yang dipergunakan oleh segenap manajemen dan karyawan perusahaan; dan
5. Karyawan baru yang masih belum begitu paham mengenai prosedur standar keamanan informasi di perusahaan.
Solusi Menghindari Resiko
Setelah mengetahui isu social engineering di atas, timbul pertanyaan mengenai bagaimana cara menghindarinya. Berdasarkan sejumlah pengalaman, berikut adalah hal-hal yang biasa disarankan kepada mereka yang merupakan pemangku kepentingan aset-aset informasi penting perusahaan, yaitu:
  • Selalu hati-hati dan mawas diri dalam melakukan interaksi di dunia nyata maupun di dunia maya. Tidak ada salahnya perilaku “ekstra hati-hati” diterapkan di sini mengingat informasi merupakan aset sangat berharga yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan;
  • Organisasi atau perusahaan mengeluarkan sebuah buku saku berisi panduan mengamankan informasi yang mudah dimengerti dan diterapkan oleh pegawainya, untuk mengurangi insiden-insiden yang tidak diinginkan;
  • Belajar dari buku, seminar, televisi, internet, maupun pengalaman orang lain agar terhindar dari berbagai penipuan dengan menggunakan modus social engineering;
  • Pelatihan dan sosialisasi dari perusahaan ke karyawan dan unit-unit terkait mengenai pentingnya mengelola keamanan informasi melalui berbagai cara dan kiat;
  • Memasukkan unsur-unsur keamanan informasi dalam standar prosedur operasional sehari-hari – misalnya “clear table and monitor policy” - untuk memastikan semua pegawai melaksanakannya; dan lain sebagainya.
Selain usaha yang dilakukan individu tersebut, perusahaan atau organisasi yang bersangkutan perlu pula melakukan sejumlah usaha, seperti:
  • Melakukan analisa kerawanan sistem keamanan informasi yang ada di perusahaannya (baca: vulnerability analysis);
  • Mencoba melakukan uji coba ketangguhan keamanan dengan cara melakukan “penetration test”;
  • Mengembangkan kebijakan, peraturan, prosedur, proses, mekanisme, dan standar yang harus dipatuhi seluruh pemangku kepentingan dalam wilayah organisasi;
  • Menjalin kerjasama dengan pihak ketiga seperti vendor, ahli keamanan informasi, institusi penanganan insiden, dan lain sebagainya untuk menyelenggarakan berbagai program dan aktivitas bersama yang mempromosikan kebiasaan perduli pada keamanan informasi;
  • Membuat standar klasifikasi aset informasi berdasarkan tingkat kerahasiaan dan nilainya;
  • Melakukan audit secara berkala dan berkesinambungan terhadap infrastruktur dan suprastruktur perusahaan dalam menjalankan keamanan inforamsi; dan lain sebagainya.

referensi :
Seluk Beluk Teknik Social Engineering.pdf

0

Database Management System (DBMS)

Posted by Ryas Astria on 21.07 in

Database Management System (DBMS) adalah seperangkat program komputer yang mengendalikan pembuatan, pemeliharaan, dan penggunaan database . Hal ini memungkinkan organisasi untuk menempatkan kontrol pengembangan database di tangan database administrator (DBA) dan spesialis lainnya. Sebuah DBMS adalah perangkat lunak sistem paket yang membantu penggunaan koleksi terintegrasi catatan data dan file yang dikenal sebagai database. Hal ini memungkinkan program aplikasi user yang berbeda untuk dengan mudah mengakses database yang sama. DBMSs dapat menggunakan salah satu dari berbagai model database , seperti model jaringan atau model relasional . Dalam sistem yang besar, sebuah DBMS memungkinkan pengguna dan perangkat lunak lain untuk menyimpan dan mengambil data dengan terstruktur cara. Daripada harus menulis program komputer untuk mengekstrak informasi, pengguna dapat mengajukan pertanyaan sederhana dalam bahasa query. Dengan demikian, banyak paket DBMS menyediakan bahasa pemrograman generasi-Keempat (4GLs) dan pengembangan aplikasi fitur lainnya. Ini membantu untuk menentukan organisasi logis untuk database dan mengakses dan menggunakan informasi di dalam database. Ini menyediakan fasilitas untuk mengontrol akses data , menegakkan integritas data , mengelola konkurensi, dan memulihkan database dari backup. Sebuah DBMS juga menyediakan kemampuan untuk secara logis menyajikan informasi database untuk pengguna.
Komponen
  • DBMS Engine menerima permintaan logis dari berbagai subsistem DBMS lainnya, mengkonversi mereka menjadi setara fisik, dan benar-benar mengakses database dan kamus data karena mereka ada pada perangkat penyimpanan.
  • Data Definition Subsistem membantu pengguna membuat dan memelihara data kamus dan menentukan struktur file dalam database.
  • Subsistem Manipulasi Data membantu pengguna untuk menambah, mengubah, dan menghapus informasi dalam database dan query untuk informasi yang berharga. Perangkat lunak dalam subsistem manipulasi data yang paling sering antarmuka utama antara pengguna dan informasi yang terkandung dalam database. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menentukan persyaratan logis informasi.
  • Aplikasi Generasi Subsistem berisi fasilitas untuk membantu pengguna mengembangkan aplikasi-intensif transaksi. Hal ini biasanya mengharuskan pengguna melakukan serangkaian rinci tugas untuk memproses transaksi. Ini memfasilitasi mudah menggunakan layar entri data, bahasa pemrograman, dan interface.
  • Administrasi Data Subsystem membantu pengguna mengelola lingkungan database secara keseluruhan dengan menyediakan fasilitas untuk backup dan recovery, manajemen keamanan, optimasi query, kontrol konkurensi, dan manajemen perubahan.
Bahasa Pemodelan
Sebuah bahasa model adalah pemodelan data bahasa untuk mendefinisikan skema database masing-masing host dalam DBMS, sesuai dengan model basis data DBMS. Sistem Manajemen Database (DBMS) dibuat untuk menggunakan salah satu dari lima struktur database untuk menyediakan akses sederhana ke informasi yang tersimpan dalam database. Kelima struktur database adalah:
  • the hierarchical model , yang model hirarki ,
  • the network model , yang model jaringan ,
  • the relational model , yang model relasional ,
  • the multidimensional model , and yang model multidimensi , dan
  • the object model . yang model obyek .
Daftar terbalik dan metode lain juga digunakan. Sebuah sistem manajemen basis data yang diberikan dapat memberikan satu atau lebih dari lima model. Struktur yang optimal tergantung pada organisasi alami data aplikasi, dan pada persyaratan aplikasi, termasuk kurs transaksi (kecepatan), kehandalan, rawatan, skalabilitas, dan biaya.
Struktur hirarki digunakan dalam DBMS mainframe awal. Hubungan Records 'bentuk model treelike. Struktur ini sederhana namun nonflexible karena hubungan terbatas pada hubungan satu-ke-banyak. IBM sistem IMS dan Mobile RDM adalah contoh sistem basis data hirarki dengan beberapa hirarki atas data yang sama. RDM Mobile adalah embedded database baru dirancang untuk sistem komputer mobile. Struktur hirarkis digunakan terutama saat ini untuk menyimpan informasi geografis dan sistem file.
Struktur jaringan yang terdiri dari hubungan yang lebih kompleks. Berbeda dengan struktur hirarkis, dapat berhubungan dengan banyak catatan dan akses mereka dengan mengikuti salah satu dari beberapa jalan. Dengan kata lain, struktur ini memungkinkan untuk hubungan banyak-ke-banyak.
Struktur relasional adalah yang paling umum digunakan saat ini. Hal ini digunakan oleh mainframe, midrange dan sistem komputer mikro. Ini menggunakan dua dimensi baris dan kolom untuk menyimpan data. Tabel catatan dapat dihubungkan oleh nilai-nilai kunci yang sama. Ketika bekerja untuk IBM, EF Codd dirancang struktur ini pada tahun 1970. Model ini tidak mudah bagi pengguna akhir untuk menjalankan query dengan karena mungkin memerlukan kombinasi kompleks banyak tabel.
Struktur multidimensi mirip dengan model relasional. Dimensi model kubus-seperti memiliki data yang berhubungan dengan unsur-unsur di setiap sel. Struktur ini memberikan tampilan spreadsheet seperti data. Struktur ini mudah untuk mempertahankan karena catatan disimpan sebagai atribut fundamental - dengan cara yang sama mereka dilihat - dan struktur yang mudah dipahami. Its kinerja tinggi telah membuatnya menjadi struktur database yang paling populer ketika datang untuk memungkinkan pengolahan analisis online (OLAP).
Para berorientasi struktur obyek memiliki kemampuan untuk menangani grafik, gambar, suara dan teks, jenis data, tanpa difficultly tidak seperti struktur database lain. Struktur ini sangat populer untuk multimedia berbasis aplikasi Web. Hal ini dirancang untuk bekerja dengan bahasa pemrograman berorientasi-objek seperti Jawa .
Model yang dominan pada hari ini pakai adalah hoc satu iklan tertanam di SQL , meskipun keberatan puritan yang percaya model ini adalah korupsi dari model relasional karena melanggar beberapa prinsip dasar demi kepraktisan dan kinerja. Banyak DBMSs juga mendukung Open Database Connectivity API yang mendukung cara standar bagi programmer untuk mengakses DBMS.
Sebelum pendekatan manajemen database, organisasi bergantung pada sistem pengolahan file untuk mengatur, menyimpan, dan mengolah data file. Pengguna akhir mengkritik pengolahan file karena data disimpan dalam file yang berbeda dan masing-masing diselenggarakan dengan cara yang berbeda. Setiap file yang khusus untuk digunakan dengan aplikasi spesifik. Pengolahan File besar, mahal dan nonflexible ketika datang untuk memasok data yang diperlukan cepat dan akurat. Data redundansi masalah dengan sistem pengolahan file karena file-file data independen menghasilkan duplikasi data sehingga ketika update yang diperlukan setiap file terpisah akan perlu diperbarui. Masalah lainnya adalah kurangnya integrasi data. Data ini tergantung pada data lain untuk mengatur dan menyimpannya. Terakhir, tak ada konsistensi atau standarisasi data dalam suatu sistem pengolahan file yang membuat pemeliharaan sulit. Untuk alasan ini, pendekatan manajemen database dihasilkan.
Struktur Data
Struktur data ( field , catatan , file dan benda) dioptimalkan untuk menangani dengan jumlah yang sangat besar data yang tersimpan pada permanen perangkat penyimpan data (yang berarti akses relatif lambat dibandingkan dengan memori utama volatile ).
Bahasa Query Database
Sebuah bahasa database query dan laporan objek memungkinkan pengguna untuk secara interaktif menginterogasi database, menganalisis data dan memperbaruinya sesuai dengan hak pengguna data. Ini juga mengontrol keamanan database. keamanan data mencegah pengguna yang tidak sah dari melihat atau memperbarui database. Menggunakan password, pengguna yang diizinkan akses ke seluruh database atau himpunan bagian dari yang disebut subschemas. Sebagai contoh, sebuah database karyawan dapat berisi semua data tentang seorang karyawan individu, tetapi satu kelompok pengguna mungkin memiliki izin untuk melihat data penggajian saja, sementara yang lain diperbolehkan mengakses hanya bekerja sejarah dan data medis.
Jika DBMS menyediakan cara secara interaktif masuk dan update database, serta menginterogasi itu, kemampuan ini memungkinkan untuk mengelola database pribadi. Namun, tidak mungkin meninggalkan jejak audit tindakan atau menyediakan jenis pengendalian yang dibutuhkan dalam sebuah organisasi multi-user. Kontrol ini hanya tersedia ketika set program aplikasi yang disesuaikan untuk setiap entri data dan fungsi update.
Mekanisme Transaksi
Sebuah transaksi database idealnya mekanisme jaminan ASAM properti dalam rangka untuk memastikan integritas data meskipun pengguna mengakses konkuren ( kontrol concurrency ), dan kesalahan ( toleransi kesalahan ). Hal ini juga menjaga integritas data dalam database. DBMS dapat mempertahankan integritas database dengan tidak mengijinkan lebih dari satu user untuk memperbarui rekor yang sama pada waktu yang sama. DBMS dapat membantu mencegah duplikat catatan melalui kendala index yang unik, misalnya, tidak ada dua pelanggan dengan jumlah pelanggan yang sama (field kunci) dapat dimasukkan ke dalam database. Lihat ASAM properti untuk informasi lebih lanjut (redundansi penghindaran).

referensi :

Copyright © 2009 Ryas Astria All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.