0

Karya Ilmiah dan Non Ilmiah

Posted by Ryas Astria on 05.52 in
Karya Ilmian dan Non Ilmiah

Karya Ilmiah
Pengertian:
Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Karya ilmiah ditulis dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan dan didukung fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Karya ilmiah mempunyai ciri-ciri yaitu:
  1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (factual objektif). Artinyasesuai dengan objek yang diteliti.
  2. Bersifat metodis dan sistematis
  3. Menggunakan ragam bahasa ilmiahyang baku dan formal, bahasanya bersifat lugas agar tidak menimbulkan penafsitan dan makna ganda.
  4. Empiris, informasi yang disampaikan bersifat faktual yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan, kajian pustaka, penelitian.
  5. Sistematis, adanya keteraturan, keterkaitan, dan ketergantungan antarbagian.
  6. Objektif, bebas dari prasangkan perorangan/pribadi.
  7. Analitis, berusaha membeda-bedakan pokok soalnya ke dalam bagian yang lebih rinci.
  8. Verifikatif, mengandung kebenaran ilmiah yang dapat diuji.

Sikap Ilmiah:
Ada tujuh sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh setiap penulis atau peneliti, yaitu :
1. Sikap Ingin Tahu, apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya, maka ia beruasaha mengetahuinya. Senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiwa.

2. Sikap Kritis, tidak langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti yang kuat, kebiasaan menggunakan bukti – bukti pada waktu menarik kesimpulan. Tidak merasa paling benar yang harus diikuti oleh orang lain. Bersedia mengubah pendapatnya berdasarkan bukti-bukti yang kuat.

3. Sikap obyektif, melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, dengan kata lain mereka dapat mengatakan secara jujur dan menjauhkan kepentingan dirinya sebagai subjek.

4. Sikap ingin menemukan, selalu memberikan saran-saran untuk eksprimen baru. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.

5. Sikap menghargai karya orang lain, tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai karyanya, menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa lain.

6. Sikap tekun, tidak bosan mengadakan penyelidikan. Bersedia mengulangi eksprimen yang hasilnya meragukan. Tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.

7. Sikap terbuka, bersedia mendengarkan argumen orang lain sekalipun berbeda dengan apa yang diketahuinya.buka menerima kritikan dan respon negatif terhadap pendapatnya.

Macam-macam Karya Ilmiah:
1. Artikel Ilmiah Popular
Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis.

Contoh kata ilmiah kata popular :
  • Analogi kiasan
  • Anarki kekacauan
  • Bibliografi daftar pustaka
  • Biodata biografi singkat
  • Definisi batasan

2. Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian seperti skripsi, tesis, disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis. Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah pada penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai keilmiahannya.

3. Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.

4. Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.

5. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.
Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.

6. Kertas Kerja
Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.

7. Makalah
Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun, bobot akademik atau bahasan keilmuannya, adakalanya lebih tinggi. Misalnya, makalah yang dibuat oleh ilmuwan dibanding skripsi mahasiswa.

Karya Non Ilmiah
Pengertian:
Karya non ilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum, ditulis berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat subyektif, gaya bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan popular.

Ciri-ciri Karangan Non Ilmiah :

1. Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum.

2. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif.

3. ahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.

Karya non ilmiah bersifat, yaitu :
1. Emotif
Kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.

2. Persuasi
Penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informatif.

3. Deskriptif
Pendapat pribadi, sebagian imajinasi dan subjektif.

4. Kritik tanpa dukungan bukti.

Macam-macam Karya Non Ilmiah
1. Dongeng
Merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, diakhir cerita biasanya mengandung pesan moral.

2. Cerpen
Suatu bentuk naratif fiktif. Cerita pendek yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang.

3. Novel
Sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif. Biasanya dalam bentuk cerita.

4. Drama
Adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh actor.

5. Roman
Adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.




Referensi :
http://www.scribd.com/doc/44371308/Karya-Ilmiah-Dan-Non-Ilmiah-docx-by-Elvin
http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah
http://fuad30.blog.friendster.com/
http://noorifada.files.wordpress.com/
http://skinhead4life-carigaragara.blogspot.com/2010/03/hakikat-karya-ilmiah-ciri-ciri-karya.html
http://noorifada.files.wordpress.com/2008/09/2-mpi-karya-ilmiah.pdf

1

Penalaran Deduktif

Posted by Ryas Astria on 00.00 in
Penalaran adalah suatu proses berpikir untuk menghubung-hubungkan data atau fakta-fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan. Supaya kesimpulan itu benar, cara kita menghubung-hubungkan data tidak boleh sembarangan.
Penalaran dibagi menjadi dua, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Pada kesempatan ini saya akan membahas penalaran deduktif.


Penalaran Deduktif


Penalaran deduktif didasarkan atas prinsip, hukum, atau putusan lain yang berlaku umum untuk suatu hal atau gejala. Berdasarkan atas prinsip umum tersebut, kita dapat menarik simpulan tentang suatu yang khusus yang merupakan bagian dari hal atau gejala. Penalaran deduktif bergerak dari sesuatu yang umum kepada yang khusus.

Jadi, Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Penalaran deduksi tergantung pada premisnya ( proposisi tempat menarik kesimpulan ). Artinya, jika premisnya salah, mungkin akan membawa kita pada hasil yang salah. Begitu juga sebaliknya. Penarikan kesimpulan secara deduktif, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Dalam penalaran deduktif terdapat premis. Yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan.

• MENARIK SIMPULAN SECARA LANGSUNG
Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis. Dengan cara :
  • konversi,
  • obversi, dan
  • kontraposisi
Contoh kalimat :
- Semua ikan bernafas melalui insang. ( premis )
- Semua yang bernafas melalui insang adalah ikan. ( simpulan )

• MENARIK SIMPULAN SECARA TIDAK LANGSUNG
Penarikan ini ditarik dari dua premis. Premis pertama adalah premis yang bersifat umum, sedangkan yang kedua adalah yang bersifat khusus.
Contoh :
- My : Semua mahasiswa Universitas Gunadarma harus mengisi KRS.
- Mn : Rias Astria adalah mahasiswa Universitas Gunadarma.
- K : Rias Astria harus mengisi KRS.

Jenis penalaran deduksi yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu
  • Silogisme Kategorial;
  • Silogisme Hipotesis;
  • Silogisme Alternatif;
  • Entimen.
Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penalaran yagn menghubungkan dua proposisi yang berlainan untuk memperoleh inferensi yang menjadi pernyataan ketiga. Kedua proposisi yang telah ada disebut premis sedangkan proposisi yang dihasilkan dari inferensi disebut konklusi.

Proposisi : Pernyataan
Inferensi : simpulan yang disimpulkan
Konklusi : kesimpulan yang diperoleh berdasarkan metode berfikir induktif atau deduktif

Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.

Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus :Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)

Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

Aturan umum dalam silogisme kategorial sebagai berikut:
  • Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
  • Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
  • Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
  • Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
  • Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
  • Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
  • Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
  • Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.

Contoh silogisme Kategorial:
My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn : Badu adalah mahasiswa
K : Badu lulusan SLTA

My : Tidak ada manusia yang kekal
Mn : Socrates adalah manusia
K : Socrates tidak kekal

My : Semua mahasiswa memiliki ijazah SLTA.
Mn : Amir tidak memiliki ijazah SLTA
K : Amir bukan mahasiswa

Kaidah-kaidah Silogisme Kategorial :
1. Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan harus partikular juga, seperti:
Semua yang dibeli berkualitas bagus
Sebagian barang tidak berkualitas bagus,
Jadi Sebagian barang tidak harus dibeli
(Kesimpulan tidak boleh: Semua barang tidak harus dibeli).

2. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga, seperti:
Semua penjahat harus dihukum.
Sebagian narapidana adalah penjahat,
Jadi, Sebagian penjahat harus dihukum.
(Kesimpulan tidak boleh: Sebagian penjahat tidak dihukum)

Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan.
Beberapa politikus tidak jujur.
Banyak cendekiawan adalah politikus,
Jadi, banyak cendekiawan tidak jujur.

3. Dari dua premis yang sama-sama negatif, tidak mendapat kesimpulan apa pun, karena tidak ada mata rantainya hubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpul diambil bila sedikitnya salah satu premisnya positif. Kesimpulan yang ditarik dari dua premis negatif adalah tidak sah.
Kerbau bukan barang.
Kucing bukan barang
.….. (Tidak ada kesimpulan)

4. Paling tidak salah satu dari term penengah haru: (mencakup). Dari dua premis yang term penengahnya tidak term menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti:
Semua ilmuwan bertangan dingin.
Albert Einstein bertangan dingin
Jadi, Albert Einstein adalah ilmuwan.
(Padahal bisa juga ilmuwan lain)

5. Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premisnya. Bila tidak, kesimpulan menjadi salah, seperti
Kerbau adalah binatang.
Kambing bukan kerbau.
Jadi: Kambing bukan binatang.
(‘Binatang’ pada konklusi merupakan term negatif sedang-kan pada premis adalah positif)

6. Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna maka kesimpulan menjadi lain, seperti:
Bulan itu bersinar di langit.
Januari adalah bulan.
Jadi: Januari bersinar di langit.
(Bulan pada premis minor adalah nama dari ukuran waktu yang panjangnya 31 hari, sedangkan pada premis mayorberarti planet yang mengelilingi bumi).

7. Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term menengah ( middle term ), begitu juga jika terdiri dari dua atau lebih dari tiga term tidak bisa diturunkan konklusinya.

Silogisme Hipotesis: Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
My : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
Mn : Air tidak ada.
K : Jadi, Manusia akan kehausan.

My : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
Mn : Makhluk hidup itu mati.
K : Makhluk hidup itu tidak mendapat udara.

Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotesis:
1. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti:
Jika hujan, saya memakai payung.
Sekarang hujan.
Jadi saya memakai payung.

2. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya, seperti:
Bila cerah, matahari akan bersinar.
Sekarang matahari telah bersinar.
Jadi .

3. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti:
Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka
kegelisahan akan timbul.
Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa,
Jadi kegelisahan tidak akan timbul.

4. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah.
Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.

Kaidah-kaidah Silogisme Hipotesis:
Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini dalah menentukan ‘kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.

Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen .engan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:
1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.

Kebenaran hukum di atas menjadi jelas dengan penyelidikan berikut:
Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.
Jadi harga bahan makanan membubung tinggi.( benar = terlaksana)
Benar karena mempunyai hubungan yang diakui kebenarannya
Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.
Jadi harga bahan makanan tidak membubung tinggi (tidak sah = salah)
Tidak sah karena kenaikan harga bahan makanan bisa disebabkan oleh sebab atau faktor lain.

Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh :
My : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Mn : Nenek Sumi berada di Bandung.
K : Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

My : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Mn : Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
K : Jadi, Nenek Sumi berada di Bandung.

Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti:
la lulus atau tidak lulus.
Ternyata ia lulus, jadi
la bukan tidak lulus.

Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti:
Hasan di rumah atau di pasar.
Ternyata tidak di rumah.
Jadi di pasar.

Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti luas mempunyai dua tipe yaitu:
1) Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang lain, seperti:
la berada di luar atau di dalam.
Ternyata tidak berada di luar.
Jadi ia berada di dalam.
Ia berada di luar atau di dalam.
ternyata tidak berada di dalam.
Jadi ia berada di luar.

2) Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain, seperti:
Budi di masjid atau di sekolah.
la berada di masjid.
Jadi ia tidak berada di sekolah.
Budi di masjid atau di sekolah.
la berada di sekolah.
Jadi ia tidak berada di masjid.

Kaidah-kaidah Silogisme Disyungtif:
1. Silogisme disyungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid, seperti :
Hasan berbaju putih atau tidak putih.
Ternyata berbaju putih.
Jadi ia bukan tidak berbaju putih.
Hasan berbaju putih atau tidak putih.
Ternyata ia tidak berbaju putih.
Jadi ia berbaju non-putih.

2. Silogisme disyungtif dalam arti luas, kebenaran koi adalah sebagai berikut:
a. Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar), seperti:
Budi menjadi guru atau pelaut.
la adalah guru.
Jadi bukan pelaut
Budi menjadi guru atau pelaut.
la adalah pelaut.
Jadi bukan guru

b. Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah), seperti:
Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogya.
Ternyata tidak lari ke Yogya.
Jadi ia lari ke Solo. (Bisa jadi ia lari ke kota lain).
Budi menjadi guru atau pelaut.
Ternyata ia bukan pelaut.
Jadi ia guru. (Bisa j’adi ia seorang pedagang).

Entimem
Silogisme jarang kita temukan di dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga dalam wujud tulisan. Bentuk yang biasa kita temukan adalah bentuk entimem. Entimem ini pada dasarnya adalah silogisme yang salah satu premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena telah diketahui bersama. Entimem diketahui pula sebagai silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu telah diketahui secara umum. Silogisme dapat dijadikan entimen, dan entimem dapat dijadikan silogisme. Perhatikan contoh berikut.
(1) [1] Semua sarjana adalah orang cerdas.
[2] Roni adalah seorang sarjana.
[3] Jadi, Roni adalah orang cerdas.

Bandingkan dengan
(2) Roni adalah orang cerdas karena ia (adalah) seorang sarjana.
Atau dari entimen menjadi silogisme, seperti pada contoh berikut.
(1) Saya telah melahirkan anak ini, karena itu saya berkewajiban merawatnya.
menjadi
(2) [1] Semua perempuan melahirkan anak.
[2] Saya perempuan.
[3] Jadi, saya melahirkan anak.

Atau (3) [1] Semua yang melahirkan anak berkewajiban merawatnya.
[2] Saya melahirkan anak.
[3] Jadi, saya berkewajiban merawatnya.

Perhatikanlah ada premis yang dihilangkan, yakni premis mayor, karena telah diketahui bersama. Premis mayor ini tidak diungkapkan, karena telah diketahui bersama, sehingga entimen terdiri atas dua kalimat, seperti pada contoh di atas, yakni:
(4) [1] Saya telah melahirkan anak ini.
[2] (karena itu) saya berkewajiban merawatnya.

Simpulan ditandai dengan diksi: karena itu pada contoh tersebut. Di dalam simpulan antara lain digunakan diksi: (oleh) karena itu, dengan demikian, jadi, dan maka.


referensi :
http://andriksupriadi.wordpress.com/2010/04/01/pengertian-silogisme/
Penalaran_sebagai_cara_merumuskan_masalah.doc
Penalaran.ppt
INDO1.pdf






0

Penalaran Induktif

Posted by Ryas Astria on 21.57 in
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
  • Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
  • Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.

Penalaran Induktif

Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut induksi. Penalaran induksi dapat digambarkan dalam diagram berikut


Penalaran Induktif dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu :
1. Generalisasi

Pada penalaran ini kita memerlukan fakta-fakta yang bersifat khusus tentu saja memiliki kesamaan, kemudian kita hubung-hubungkan sehingga mendapatkan kesimpulan.

Contoh :
Emas apabila dipanaskan memuai. Perak apabila dipanaskan memuai. Perunggu apabila dipanaskan memuai. Begitu pula dengan besi, alumunium, platina, apabila dipanaskan memuai. Semua jenis logam dipanaskan memuai.

Macam-macam Generalisasi :
Dari segi kuantitas fenomena yang menjadi dasar penyimpulan, generalisasi dibedakan menjadi 2, yaitu :
Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
contoh :
Jika ada air, manusia akan hidup.
Jika ada air, hewan akan hidup.
Jika ada air, tumbuhan akan hidup.
Jadi, jika ada air mahkluk hidup akan hidup

Generalisasi Tidak Sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
contoh : Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.

Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

Generalisasi juga bisa dibedakan dari segi bentuknya ada 2(Gorys Keraf, 1994 : 44-45), yaitu :
1. Tanpa Loncatan Induktif
Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan menyakinkan, sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.
Misalnya, untuk menyelidiki bagaimana sifat-sifat orang Indonesia pada umumnya, diperlukan ratusan fenomena untuk menyimpulkannya.
Contoh :
Rino suka bermain bola basket. Randy juga suka bermain bola baket. Ari suka bermain sepak bola. Dapat disimpulkan bahwa ketiga anak tersebut suka bermain bola.

2. Dengan Loncatan Induktif
Generalisasi yang bersifat loncatan induktif tetap bertolak dari beberapa fakta, namun fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Fakta-fakta tersebut atau proposisi yang digunakan itu kemudian dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yang diajukan.
Contoh :
Niko suka bermain gitar. Ria suka bermain piano. Nina suka bermain biola. Dapat disumpulkan bahwa anak-anak komplek Pelita suka bermain alat musik.

2. Analogi
Dalam penalaran induksi analogi kita membandingkan dua hal atau lebih yang banyak persamaannya. Kita dapat menarik kesimpulan apabila sudah ada persamaan dalam berbagai segi, akan ada pula persamaan dalam bidang yang lain.

Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut:
1. Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.
2. Analogi dilakukan untuk menyingkapkan kekeliruan.
3. Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.

Contoh :
Nina adalah lulusan Akademi Amanah.
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan Akademi Amanah.
Oleh Sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

3. Kausalitas (Sebab-Akibat)
Hubungan kausal adalah proses penalaran yang didasarkan pada gejala yang saling berhubungan sebab akibat. Menurut prinsip umum, hubungan kausal itu selalu ada penyebabnya. Penarikan simpulan yang salah terjadi karena proses penarikan simpulan yang tidak berhubungan.
Contoh : orang menghubungkan suatu gejala alam dengan supernatural, seperti pada saat Gunung Galunggung meletus dianggap sebagai kutukan atau kemarahan kekuatan gaib.

Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, tiga hubungan antar masalah yaitu sebagai berikut:
1) Sebab akibat
Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B. Disamping ini pola seperti ini juga dapat menyebabkan B, C, D dan seterusnya. Jadi, efek dari suatu peristiwa yang diaanggap penyebab kadang-kadang lebih dari satu. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, diperlukan kemampuan penalaran seseorang untuk mendapatkan simpulan penalaran. Hal ini akan terlihat pada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap suatu akibat yang nyata.
Contoh :
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.

2) Akibat sebab
Akibat sebab ini dapat kita lihat pada peristiwa seseorang yang pergi ke dokter. Kedokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab. Jadi hampir mirip dengan entimen. Akan tetapi dalam penalaran jenis akibat sebab ini, Peristiwa sebab merupaka simpulan.
Contoh :
Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.

3) Akibat-akibat
Akibat-akibat adalah suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada suatu akibat yang lain.
Contoh :
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.




referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://andiakbarrachman.blogspot.com/2010/03/penalaran-induktif.html
http://dualmode.depag.go.id/file/dokumen/INDO1.pdf

0

Touchscreen

Posted by Ryas Astria on 03.11 in
Touchscreen adalah sebuah tampilan visual elektronik yang dapat mendeteksi keberadaan dan lokasi sentuhan dalam area tampilan. Istilah ini umumnya mengacu menyentuh layar perangkat dengan jari atau tangan . Touchscreens juga bisa merasakan objek pasif lainnya, seperti stylus .

Touchscreen memiliki dua atribut utama. Pertama, itu memungkinkan seseorang untuk berinteraksi langsung dengan apa yang ditampilkan, bukan secara tidak langsung dengan kursor dikendalikan oleh mouse atau touchpad. Kedua, memungkinkan satu melakukannya tanpa memerlukan perangkat antara yang perlu diadakan di tangan. Display tersebut dapat dilampirkan ke komputer, atau jaringan sebagai terminal. Mereka juga memainkan peran penting dalam desain peralatan digital seperti personal digital assistant (PDA), satelit navigasi perangkat, ponsel , dan permainan video.

Teknologi

Ada berbagai teknologi touchscreen.

Resistif

Sebuah resistif panel touchscreen terdiri dari beberapa lapisan, yang paling penting adalah dua tipis, elektrik konduktif lapisan dipisahkan oleh celah sempit. Ketika sebuah objek, seperti jari, menekan ke bawah pada titik di luar permukaan's panel dua lapisan logam menjadi tersambung pada saat itu: panel kemudian berperilaku sebagai sepasang pembagi tegangan dengan output tersambung. Hal ini menyebabkan perubahan arus listrik, yang terdaftar sebagai peristiwa sentuhan dan dikirim ke controller untuk diproses.

Permukaan Gelombang Akustik


akustik gelombang permukaan (SAW) menggunakan teknologi ultrasonik gelombang yang melewati panel touchscreen. Ketika panel disentuh, sebagian gelombang diserap. Perubahan dalam gelombang ultrasonik register posisi acara sentuhan dan mengirimkan informasi ini ke controller untuk diproses. Permukaan panel sentuh layar gelombang dapat rusak oleh unsur-unsur luar.Kontaminan di permukaan juga dapat mengganggu fungsi layar sentuh.

Capacitive


Sebuah panel touchscreen kapasitif adalah salah satu yang terdiri dari sebuah insulator seperti kaca , dilapisi dengan transparan konduktor seperti indium timah oksida (ITO). Seperti tubuh manusia juga merupakan konduktor , menyentuh permukaan layar menghasilkan distorsi dari layar's elektrostatik lapangan, terukur sebagai perubahan kapasitansi . Teknologi yang berbeda dapat digunakan untuk menentukan lokasi menyentuh. Lokasi ini kemudian dikirim ke controller untuk diproses.

Kapasitansi Permukaan

Dalam teknologi dasar, hanya satu sisi insulator dilapisi dengan lapisan konduktif. Sebuah kecil tegangan diterapkan ke lapisan, sehingga menghasilkan medan elektrostatik seragam. Ketika sebuah konduktor , seperti jari manusia, menyentuh permukaan tidak dilapisi, sebuah kapasitor secara dinamis terbentuk. Sensor's controller dapat menentukan lokasi sentuhan tidak langsung dari perubahan kapasitansi yang diukur dari empat penjuru panel. Karena tidak memiliki bagian yang bergerak, itu cukup tahan lama namun memiliki resolusi yang terbatas, rentan terhadap sinyal palsu dari parasit kopling kapasitif , dan kebutuhan kalibrasi selama pembuatan. Oleh karena itu paling sering digunakan dalam aplikasi sederhana seperti kontrol industri dan kios .

Proyeksi Kapasitansi

Proyeksi Capacitive Touch (PCT) teknologi merupakan teknologi capacitive yang memungkinkan akurat dan operasi yang lebih fleksibel, dengan etsa lapisan konduktif. Sebuah grid XY dibentuk baik oleh etsa lapisan tunggal untuk membentuk pola grid elektroda , atau dengan etsa dua yang terpisah, lapisan bahan konduktif tegak lurus dengan garis paralel atau trek untuk membentuk grid (sebanding dengan pixel grid yang ditemukan di banyak LCD display ).

Resolusi yang lebih besar dari PCT memungkinkan operasi tanpa kontak langsung, sehingga lapisan dapat melakukan dilapisi dengan lebih lanjut lapisan pelindung isolasi, dan beroperasi bahkan di bawah pelindung layar, atau di belakang cuaca dan kaca perusak-bukti. Karena lapisan atas sebuah gelas yang PCT, PCT adalah solusi lebih kuat dibandingkan dengan teknologi sentuh resistif. Tergantung pada pelaksanaannya, sebuah stylus aktif atau pasif dapat digunakan sebagai pengganti atau di samping jari. Hal ini biasa terjadi dengan titik penjualan perangkat yang memerlukan menangkap tanda tangan. Jari bersarung mungkin atau mungkin tidak dirasakan, tergantung pada pengaturan pelaksanaan dan keuntungan. Konduktif kotoran dan gangguan serupa pada permukaan panel dapat mengganggu kinerja. Noda konduktif seperti kebanyakan berasal dari ujung jari lengket atau berkeringat, terutama di lingkungan kelembaban tinggi. Dikumpulkan debu, yang melekat pada layar karena kelembaban dari ujung jari juga bisa menjadi masalah. Ada dua jenis PCT: Diri dan Saling Kapasitansi Kapasitansi.

Reksa Kapasitansi

Pada sensor kapasitif saling, ada kapasitor di setiap persimpangan setiap baris dan setiap kolom. Sebuah array 12-by-16, misalnya, akan memiliki 192 kapasitor independen. Sebuah tegangan diterapkan pada baris atau kolom. Membawa jari atau stylus konduktif dekat dengan permukaan sensor perubahan medan elektrostatik lokal yang mengurangi kapasitansi bersama. Perubahan kapasitansi pada setiap titik individu pada grid dapat diukur untuk secara akurat menentukan lokasi sentuhan dengan mengukur tegangan pada sumbu lainnya. Kapasitansi Reksa memungkinkan multi-touch pekerjaan di mana beberapa jari, telapak tangan atau stylus dapat dilacak secara akurat pada waktu yang sama.

Kapasitansi Self

Self sensor kapasitansi dapat memiliki grid XY yang sama seperti sensor kapasitansi bersama, tetapi kolom dan baris beroperasi secara independen. Dengan kapasitansi diri, beban kapasitif jari diukur pada setiap kolom atau baris elektroda dengan meter arus. Metode ini menghasilkan sinyal yang lebih kuat dari kapasitansi bersama, tetapi tidak mampu menyelesaikan secara akurat lebih dari satu jari, yang menghasilkan "berbayang", atau lokasi salah sensing.

Inframerah

Sebuah inframerah touchscreen menggunakan sebuah array XY inframerah LED dan photodetektor pasang di sekitar tepi layar untuk mendeteksi gangguan dalam pola LED balok. LED ini balok silang satu sama lain dalam pola vertikal dan horisontal. Ini membantu sensor mengambil lokasi yang tepat dari disentuh. Keuntungan utama dari sistem tersebut adalah bahwa hal itu dapat mendeteksi dasarnya setiap masukan termasuk jari, jari bersarung, stylus atau pena. Hal ini umumnya digunakan dalam aplikasi luar ruangan dan point-of-sale sistem yang tidak dapat bergantung pada konduktor (seperti jari telanjang) untuk mengaktifkan layar sentuh. Tidak seperti touchscreens kapasitif , touchscreens inframerah tidak memerlukan pola pada kaca yang meningkatkan daya tahan dan kejelasan optik dari sistem secara keseluruhan.

Pencitraan Optik

Ini merupakan perkembangan yang relatif modern di teknologi touchscreen, di mana dua atau lebih sensor gambar ditempatkan di sekitar tepi (kebanyakan sudut-sudut) dari layar. Lampu belakang inframerah ditempatkan di lapangan kamera pandang di sisi lain layar. Sentuhan menunjukkan sebagai bayangan dan setiap pasangan kamera kemudian dapat Triangulasi untuk menemukan menyentuh atau bahkan mengukur ukuran objek menyentuh (lihat hull visual ). Teknologi ini semakin populer, karena skalabilitas, fleksibilitas, dan keterjangkauan, khususnya untuk unit yang lebih besar.

Teknologi Sinyal Dispersif

Diperkenalkan pada tahun 2002 oleh 3M , sistem ini menggunakan sensor untuk mendeteksi energi mekanik dalam kaca yang terjadi karena sentuhan. Algoritma Kompleks kemudian menginterpretasikan informasi ini dan memberikan lokasi sebenarnya menyentuh. Teknologi yang mengaku tidak terpengaruh oleh debu dan elemen luar lainnya, termasuk goresan. Karena tidak ada kebutuhan untuk elemen tambahan pada layar, juga mengklaim memberikan kejelasan optik yang sangat baik. Juga, karena getaran mekanis digunakan untuk mendeteksi acara menyentuh, benda apapun dapat digunakan untuk menghasilkan peristiwa ini, termasuk jari-jari dan stylus. Kelemahan adalah bahwa setelah sentuhan awal sistem tidak dapat mendeteksi jari bergerak.

Pengakuan Pulsa Acoustic
Sistem ini, diperkenalkan oleh Tyco Internasional 'divisi Elo pada tahun 2006, menggunakan piezoelektrik transduser yang terletak di berbagai posisi di sekitar layar untuk mengubah energi mekanik dari sentuhan (getaran) menjadi sinyal elektronik. Hardware layar kemudian menggunakan algoritma untuk menentukan lokasi sentuhan berdasarkan sinyal transduser. Touchscreen sendiri terbuat dari kaca biasa, memberikan daya tahan yang baik dan kejelasan optik. Hal ini biasanya mampu berfungsi dengan goresan dan debu pada layar dengan akurasi yang baik. Teknologi ini juga cocok untuk menampilkan yang secara fisik lebih besar. Seperti dengan sistem Sinyal dispersif Teknologi, setelah sentuhan awal, sebuah jari bergerak tidak dapat terdeteksi. Namun, untuk alasan yang sama, pengakuan sentuhan tidak terganggu oleh benda beristirahat.

Konstruksi

Ada beberapa cara utama untuk membangun layar sentuh. Tujuan utama adalah untuk mengenali satu atau lebih jari menyentuh layar, untuk menafsirkan perintah yang ini mewakili, dan menyampaikan perintah untuk aplikasi yang sesuai.

Dalam teknik yang paling populer, pendekatan kapasitif atau resistif, biasanya ada empat lapisan;
  1. Top poliester layer dilapisi dengan lapisan konduktif transparan logam di bagian bawah.
  2. Adhesive spacer.
  3. Lapisan kaca dilapisi dengan lapisan konduktif transparan metalik di atas.
  4. Adhesive layer on the backside of the glass for mounting. Lapisan perekat di bagian belakang kaca untuk memasang.

Ketika pengguna menyentuh permukaan, sistem mencatat perubahan arus listrik yang mengalir melalui layar.

Dispersif-sinyal teknologi yang 3M diciptakan pada tahun 2002, mengukur efek piezoelektrik - tegangan yang dihasilkan ketika kekuatan mekanik yang diterapkan pada bahan - yang terjadi secara kimia ketika sebuah substrat kaca diperkuat disentuh.

Ada dua pendekatan berbasis inframerah. Dalam satu, array sensor mendeteksi sebuah jari menyentuh atau hampir menyentuh layar, sehingga mengganggu berkas cahaya yang diproyeksikan di atas layar. Di sisi lain, bawah-mount kamera inframerah layar menyentuh rekor.

Dalam setiap kasus, sistem dapat menentukan perintah yang dimaksudkan berdasarkan kontrol ditampilkan di layar pada waktu dan lokasi menyentuh.

Pembangunan

Sebagian besar teknologi touchscreen paten diajukan selama tahun 1970-an dan 1980-an dan telah kadaluarsa. Touchscreen komponen manufaktur dan desain produk tidak lagi dibebani oleh royalti atau legalitas yang berkaitan dengan paten dan penggunaan-enabled menampilkan touchscreen tersebar luas.

Pengembangan multipoint touchscreens difasilitasi melacak lebih dari satu jari pada layar, dengan demikian, operasi yang memerlukan lebih dari satu jari yang mungkin. Perangkat ini juga memungkinkan beberapa pengguna untuk berinteraksi dengan layar sentuh secara bersamaan.

Dengan meningkatnya penggunaan touchscreens, maka biaya marjinal teknologi touchscreen secara rutin diserap ke dalam produk yang menggabungkan dan hampir dieliminasi. Touchscreens sekarang memiliki keandalan terbukti. Dengan demikian, menampilkan touchscreen ditemukan hari ini di pesawat terbang, mobil, game konsol, sistem kontrol mesin, peralatan, dan perangkat menampilkan genggam termasuk multi-touch memungkinkan iPhone , pasar touchscreen untuk perangkat mobile diproyeksikan untuk menghasilkan US $ 5 miliar pada tahun 2009.

Kemampuan untuk secara akurat titik pada layar itu sendiri juga maju dengan munculnya tablet grafis / hibrida layar .






referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Touchscreen

0

Intel Core i7

Posted by Ryas Astria on 00.07 in
Intel Core i7 adalah Intel merek nama untuk beberapa keluarga desktop dan laptop 64-bit x86-64 prosesor dengan menggunakan Nehalem , Westmere , dan mendatang Sandy Bridge microarchitectures. The "Core i7" merek ini dipasarkan untuk konsumen pasar dan high-end bisnis dan dimaksudkan untuk membedakan ini prosesor dari Core i5 prosesor yang ditujukan untuk pasar konsumen aliran-utama dan Core i3 prosesor yang ditujukan untuk tingkat konsumen pasar-entry.

"Core i7" adalah penerus Intel Core 2 merek. The Core i7 pengidentifikasi pertama kali diterapkan pada awal keluarga prosesor CODEC Bloomfield diperkenalkan pada tahun 2008. Pada tahun 2009 nama diterapkan untuk Lynnfield dan Clarksfield model. Sebelum 2010, semua model adalah prosesor quad-core. Pada tahun 2010, nama diterapkan untuk dual-core Arrandale model, dan Gulftown i7-980X Extreme Core yang memiliki enam hyperthreaded core.

Perwakilan Intel menyatakan bahwa moniker Core i7 dimaksudkan untuk membantu konsumen memutuskan untuk membeli prosesor sebagai produk berbasis Nehalem yang lebih baru dirilis di masa depan. Nama melanjutkan penggunaan Intel Core merek. Core i7, pertama berkumpul di Costa Rica, secara resmi diluncurkan pada November 17, 2008 dan diproduksi di Arizona , New Mexico dan Oregon , meskipun Oregon (PTD, Fab D1D) tanaman telah pindah ke generasi berikutnya 32 nm proses.







referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Intel_Core_i7

referensi gambar :
http://techgage.com/article/intel_core_i7_performance_preview/

0

Kutipan dan Daftar Pustaka

Posted by Ryas Astria on 22.54 in
A. Kutipan

Pengertian :
Kutipan adalah Pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau seseorang, baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan

Tujuan mengutip :
pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan.

Fungsi mengutip :
  • Landasan teori.
  • Penguat pendapat penulis.
  • Penjelasan suatu uraian.
  • Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengutip :
  • Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan it perlu.
  • Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan.
  • Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori.
  • Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung.
  • Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung.
  • Teknik penulisan kutipan dan kaitannya denga sumber rujukan.

Prinsip Mengutip :

a. Pengutip tidak boleh mengadakan perubahan, baik kata-katanya maupun tekniknya. Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan, penulis harus memberi keterangan.
Contoh:
‘Tugas bank antara lain adalah memberi pinjam uang.’
Pengutip tahu bahwa dalam kalimat it ada kata yang salah, namun pengutip tidak boleh memperbaikinya.
Cara memperbaikinya:
1) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [seharusnya, pinjaman, penulis] uang.’
2) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [Sic!] uang.’
[Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinya.

b. Menghilangkan bagian kutipan
Diperkenankan menghilangkan bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna.
Cara:
1) menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi.
2) menghilangkan bagian kutipan yang lebih dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi sepanjang garis (dari magin kiri sampai ke margin kanan).

Jenis Kutipan :
  • Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli.
  • Kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja.
  • Kutipan pada catatan kaki.
  • Kutipan atas ucapan lisan.
  • Kutipan dalam kutipan.
  • Kutipan langsung pada materi.

Teknik Mengkutip :

a. Kutipan Langsung,
1. Yang tidak lebih dari empat baris:
  • Kutipan diintegrasikan dengan teks.
  • Jarak antar baris kutipan dua spasi.
  • Kutipan diapit dengan tanda kutip.
  • Sesudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber dari mana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan it diambil.
2) Yang lebih dari empat baris:
  • Kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi.
  • Jarak antar baris kutipan satu spasi.
  • Kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
  • Kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip.
  • Di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1)).

b. Kutipan tak langsung
  • Kutipan diintegrasikan dengan teks.
  • Jarak antar baris kutipan spasi rangkap.
  • Kutipan tidak diapit tanda kutip.
  • Sesudah selesai diberi sumber kutipan.

c. Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

d. Kutipan atas ucapan lisan
Harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau tidak langsung.

e. Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat kutipan. Dapat dilakukan dengan dua cara:
  • Bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda.
  • Bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal .

f. Kutipan langsung pada materi
Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hingga penghentian terdekat (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
Contoh:
“Jelas,” kata Prof. Haryati, “kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”

Catatan: Kutipan yang panjang sebaiknya dimasukkan dalam lampiran.


B. Daftar Pustaka

Pengertian Daftar Pustaka

Definisi daftar pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karya tulis atau buku dan disusun berdasarkan abjad.

Unsur Daftar Pustaka

Unsur yang paling penting yang harus dimasukkan ke dalam daftar pustaka antara lain sebagai berikut.
  1. Nama penulis, ditulis secara lengkap.
  2. Judul buku, juga termasuk anak judulnya atau judul tambahan.
  3. Data publikasi, meliputi nama penerbit, tahun terbit, dan di mana terbitnya buku tersebut. Jika perlu sertakan cetakan ke berapa.
  4. Untuk artikel atau tulisan di majalah, perlu ditulis juga nama pengarangnya, judul artikel, nama majalah, nomor, dan tahun terbit.

Penyusunan Daftar Pustaka


Cara penyusunan daftar pustaka untuk buku dan majalah tentu berbeda. Namun ada tiga pokok yang selalu harus dicantumkan: penulis, judul, dan data-data publikasi. Urutan cara menulis daftar pustaka pada umumnya adalah sebagai berikut :

Nama penulis. Tahun terbit. Judul buku. Kota terbit: Nama penerbit

Catatan urutan:

  1. Jika nama penulis mempunyai dua kata, tulis kata terakhir dulu, pisahkan dengan tanda koma
  2. Setelah nama pengarang, kemudian beri tanda titik untuk menuliskan tahun terbit
  3. Judul buku ditulis dengan italic
  4. Setelah judul, beri tanda titik, kemudian tulis kota terbit
  5. Setelah kota terbit, beri tanda titik dua, kemudian tulis nama penerbit
Contoh Penulisan Daftar Pustaka

1. Satu pengarang

Sukono, Catur. 2010. Desain Grafis. Jakarta: OK Publishing

2. Dua atau tiga pengarang

Sukono, Catur dan Joko Susilo. 2010. Desain Grafis. Jakarta: OK Publishing

(Nama yang dibali hanya pengarang pertama saja, yang kedua dan ketiga – bila ada – ditulis tanpa dibalik.)

3. Banyak pengarang

Sukono, Catur, dkk. 2010. Desain Grafis. Jakarta: OK Publishing

4. Buku terjemahan

Havelar, Jack. 2010. Desain Grafis, terj. Catur Sukono. Jakarta: OK Publishing

5. Artikel dalam majalah atau sumber lain

Sukono, Catur. 2010. “Desain Grafis”, OK Majalah. Jakarta: OK Publishing

(Judul artikel diapit dengan tanda petik)



referensi :
lecturer.ukdw.ac.id/othie/citation.pdf
pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../99009-4-9879385
http://www.anneahira.com/cara-menulis-daftar-pustaka.htm87146.doc
http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18343/Kutipan.ppt
www.scribd.com/doc/36537268/Penyusunan-Daftar-Pustaka

0

Android (Sistem Operasi)

Posted by Ryas Astria on 20.53 in
Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.

Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.

Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

Fitur

Fitur yang tersedia di Android adalah:

  • Kerangka aplikasi: itu memungkinkan penggunaan dan penghapusan komponen yang tersedia.
  • Dalvik mesin virtual: mesin virtual dioptimalkan untuk perangkat mobile.
  • Grafik: grafik di 2D dan grafis 3D berdasarkan pustaka OpenGL.
  • SQLite: untuk penyimpanan data.
  • Mendukung media: audio, video, dan berbagai format gambar (MPEG4, H.264, MP3,AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)
  • GSM, Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (hardware dependent)
  • Kamera, Global Positioning System (GPS), kompas, dan accelerometer (tergantung hardware)

Kelebihan Android :

1. Buka
Android merupakan open source, bisa secara bebas diperpanjang untuk memasukkan teknologi baru terdepan saat mereka muncul. Platform ini akan terus berkembang sebagai komunitas pengembang bekerja sama untuk membangun aplikasi mobile yang inovatif.

2. Semua aplikasi yang diciptakan sama
Android tidak membedakan antara aplikasi inti telepon dan aplikasi pihak ketiga. Dengan perangkat yang dibangun di atas Platform Android, pengguna dapat sepenuhnya menyesuaikan telepon untuk kepentingan mereka. Mereka dapat swap keluar homescreen telepon, gaya dialer, atau salah satu aplikasi.

3. Meruntuhkan batas-batas aplikasi
Dengan Android, pengembang dapat membangun aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melihat lokasi teman-teman mereka dan akan memberitahu ketika mereka berada di sekitar memberikan mereka kesempatan untuk terhubung.

4. Fast & pengembangan aplikasi yang mudah
Android menyediakan akses ke berbagai perpustakaan yang berguna dan alat yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi yang kaya.


Aplikasi Framework


Dengan menyediakan sebuah platform pengembangan yang terbuka, pengembang Android menawarkan kemampuan untuk membangun aplikasi yang sangat kaya dan inovatif. Pengembang bebas untuk mengambil keuntungan dari perangkat keras, akses informasi lokasi, menjalankan layanan latar belakang, mengatur alarm, tambahkan pemberitahuan ke status bar, dan masih banyak lagi.

Pengembang memiliki akses penuh ke API kerangka kerja sama yang digunakan oleh aplikasi inti. Arsitektur aplikasi ini dirancang untuk menyederhanakan penggunaan kembali komponen; aplikasi apapun dapat mempublikasikan kemampuan dan aplikasi lain maka dapat menggunakan kemampuan mereka (tunduk pada batasan keamanan ditegakkan oleh framework). Mekanisme yang sama memungkinkan komponen yang akan diganti oleh pengguna.

Mendasari semua aplikasi adalah seperangkat layanan dan sistem, termasuk:
  • A dan extensible kaya set Tampilan yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi, termasuk daftar, grid, kotak teks, tombol, dan bahkan sebuah browser web embeddable.
  • Penyedia Konten yang memungkinkan aplikasi untuk mengakses data dari aplikasi lain (seperti Kontak), atau untuk berbagi data mereka sendiri.
  • Sebuah Resource Manager , menyediakan akses ke kode-sumber daya yang tidak seperti string lokal, grafik, dan file layout.
  • Sebuah Notification Manager yang memungkinkan semua aplikasi untuk menampilkan alert kustom dalam status bar.
  • Sebuah Activity Manager yang mengelola daur hidup aplikasi dan menyediakan navigasi umum backstack.

Perpustakaan

Android termasuk satu set C / C + + pustaka yang digunakan oleh berbagai komponen sistem Android. Kemampuan ini yang terkena pengembang melalui kerangka aplikasi Android. Beberapa perpustakaan inti tercantum di bawah ini:

  • System C library - a-turunan BSD implementasi sistem perpustakaan standar C (libc), disetel untuk perangkat berbasis Linux tertanam.
  • Media Libraries - berdasarkan PacketVideo's OpenCORE; dukungan perpustakaan playback dan rekaman audio populer dan format video, serta file gambar statis, termasuk MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, dan PNG.
  • Permukaan Manager - mengelola akses ke subsistem menampilkan dan mulus komposit 2D dan 3D lapisan grafis dari beberapa aplikasi.
  • LibWebCore - browser web mesin modern yang baik kekuatan Android dan browser web pandangan embeddable.
  • SGL - 2D mendasari mesin grafis.
  • 3D perpustakaan - implementasi berdasarkan API OpenGL ES 1.0; perpustakaan menggunakan salah akselerasi 3D hardware (jika tersedia) atau disertakan, sangat optimal rasterizer software 3D.
  • FreeType - bitmap dan vektor font rendering.
  • SQLite - sebuah database relasional mesin ringan dan kuat yang tersedia untuk semua aplikasi.

Android Runtime

Android termasuk satu set perpustakaan inti yang menyediakan sebagian besar fungsi yang tersedia di perpustakaan inti dari bahasa pemrograman Java.

Setiap aplikasi Android berjalan dalam prosesnya sendiri, dengan contoh sendiri dari mesin Dalvik virtual. Dalvik telah ditulis sehingga perangkat dapat menjalankan beberapa VMs efisien. VM Dalvik mengeksekusi file dalam Dalvik executable (. Dex) format yang dioptimalkan untuk jejak memori minimal. VM adalah mendaftar-based, dan berjalan kelas dikompilasi oleh compiler Java yang telah ditransformasikan ke dalam format dex. Oleh alat termasuk "dx".

VM Dalvik bergantung pada kernel Linux untuk fungsionalitas dasar seperti threading dan manajemen tingkat rendah memori.


Linux Kernel

Android bergantung pada Linux versi 2.6 untuk layanan sistem inti seperti keamanan, manajemen memori, manajemen proses, network stack, dan model pengemudi. Kernel juga bertindak sebagai lapisan abstraksi antara hardware dan seluruh software stack.









referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Android_(sistem_operasi)
http://www.openhandsetalliance.com/android_overview.html
http://developer.android.com/guide/basics/what-is-android.html

Copyright © 2009 Ryas Astria All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.