Pasar adalah sebagai
tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Mereka saling berinteraksi
melakukan transaksi jual dan beli barang bahkan jasa pun ada, dimana uang di gunakan sebagai alat tukar- menukar.
Jenis-jenis pasar :
·Pasar Nyata
Tempat bertemunya
penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang atau jasa. Dalam
hal ini pembeli dan menjual melakukan transaksi secara langsung. Contoh : pasar
tradisional dan pasar swalayan.
·Pasar Abstrak
Dalam hal pasar
abstrak, penjual dan pembeli tidak harus melakukan pertemuan untuk
bertransaksi. Hal ini dapat dilakukan hanya dengan menggunakan teknologi
seperti internet. Seperti pasar saham, pasar online.
·Pasar Modern
Pasar ini bersifat
modern, dimana barang-barang diperjual-belikan dengan harga yang sudah
ditentukan (pas) dengan layanan sendiri. Jenis pasar ini dapat berlangsung di
mal, dan plaza.
Macam-macam pasar menurut bentuk dan strukturnya :
·Pasar Persaingan Sempurna
Pasar dimana
terdapat banyak penjual dan pembeli dan produk yang diperjual belikan bersifat
homogen. Contoh : pasar hasil pertanian seperti beras dan sayur mayur.
·Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Bentuk-bentuk pasar
persaingan tidak sempurna :
ØPasar Monopoli
Pasar monopoli adalah pasar yang terjadi
apabila seluruh penawaran terhadap sejenis barang pada pasar dikuasai oleh
seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu.Contoh : PTPertamina (persero), PT
Perusahaan Listrik Negara (perseroan).
ciri-ciri pasar monopoli
antara lain :
üHanya ada seorang penjual
yang menguasai pasar
üTidak adanya barang
pengganti yang memilki persamaam produk (mirip)
ØPasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual
untuk suatu barang tertentu, sehingga antara penjual yang satudenganyang lainnya bisa memengaruhi harga.Contoh: perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan
rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen.
Ciri - ciri pasar Oligopoli antara lain :
üTerdapat beberapa penjual atau
produsen yang menguasai pasar.
üHanya
ada satu beberapa pengusaha yang membuat barang / jasa yang pada dasarnya
hampir sama.
ØPasar Duopoli
Pasar duopoly adalah Suatu
pasar dimana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh dua perusahaan atau
penjual. Contoh : Penawaran minyak pelumas dikuasai
oleh Pertamina dan Caltex.
Ciri-ciri pasar duopoly antara lain :
üTerdapat dua perusahaan di
dalam pasar
üKepemimpinan harga
ØPasar
Monopolistik
Pasar monopolistikadalah
salah satu bentuk pasar
di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi
memiliki perbedaan dalam beberapa aspek
yang menunjukan karakteristik produk yang dihasilkan setiap perusahaan.Contoh : dalam industry
kendaraan bermotor motor Honda, di mana ciri khususnya
adalah irit bahan bakar Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan
jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia
masing-masing.
Ciri-ciri pasar
monopolistic antara lain :
üTerdapat banyak produsen
atau penjual
üPromosi penjualan harus
aktif.
ØPasar
Monopsoni
Pasar
monopsoni adalah dimana satu pelaku usaha menguasai
penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang atau jasa dalam
suatu pasar. Contoh
: Di Indonesia seperti PT. Kerata Api Indonesia yang merupakan satu-satunya
pembeli alat-alat kereta api.
Ciri-ciri pasar monopsoni
antara lain:
üPembeli memiliki kekuatan
dalam menentukan harga
üBentuk interaksi antara
permintaan dan penawaran dimana permintaannya hanya satu perusahaan
üSatu pelaku usaha menguasai
penerimnaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam
suatu pasar komoditas
ØPasar
Oligopsoni
Pasar
oligopsoni adalah keadaan dimana dua atau lebih
pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas
barangatau
jasa dalam suatu pasar.
Sebelumnya kita telah membahas “Perilaku Konsumen” dan
sekarang akan membahas juga “Perilaku Produsen”. Apa sih yang dimaksud dengan
“Perilaku Produsen” ? berikut adalah ulasanya :
Perilaku
Produsen
Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yangmenguntungkan dan
mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.
Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu
melakukan 4 hal sebagai berikut:
Perencanaan : Perencanaan antara
lain terkait dengan strategi, rencana bisnis serta visi perusahaan.
Pengorganisasin : Semua sumber daya yang
ada harus bisa dikelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya,
modal, maupun manusia.
Pengarahan : Agar rencana bisa
terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.
Pengendalian : Kemampuan ini ada
hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai
dengan rencana atau justru sebaliknya.
Pengertian
Produsen
Produsen adalah orang yang menghasilkan
barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan, sedangkan Produksi
adalah usaha untuk menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk
memenuhi kebutuhan. Seorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses
produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan antara
lain :
·Berapa output yang harus diproduksikan.
·Berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi
(input) dipergunakan.
Fungsi Produksi
Fungsi produksi merupakan interaksi
antara masukan (input) dengan keluaran (output).
Secara
matematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :
Q = f(L,
R, C, T)
Dimana :
Q= jumlah barang yang dihasilkan
(quantity)
F = symbol persamaan (function)
L= tenaga kerja (labour)
R= kekayaan alam (resources)
C = modal (capital)
T = teknologi (technology)
Tujuan Produksi
Tujuan
produksi yaitu untuk memperoleh laba atau keuntungan (profit). Laba dalam arti
sederhana adalah total penerimaan dan total pengeluaran. Selain itu tujuan
produksi ialah untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam usaha mencapai suatu
kemakmuran.
Produksi Optimal
Penentuan pola
produksi optimal merupakan masalah yang penting dalam suatu perusahaan, karena
menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan dan merencanakan kebutuhan dan
tingkat produksi perusahaan. Ada tiga macam pola produksi yaitu: pola produksi
konstan, pola produksi bergelombang dan pola produksi moderat. Tujuannya adalah
untuk mengetahui hasil ramalan penjualan dan untuk mengetahui pola produksi
optimal yang tepat untuk diterapkan pada perusahaan.
Pada kesempatan ini, saya akan membahas tentang “Perilaku
Konsumen”. Masih berhubungan dengan resume sebelumnya, Bagaimana sih perilaku
konsumen itu? Pendekatan apa yang digunakan untuk meneliti prilaku konsumen ?
Dan faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen? Yuk kita
bahas satu persatu... Let’s check it out guyss ^_^
Perilaku
Konsumen
Apa yang dimaksud dengan konsumen? Konsumen adalah
seseorang yang menggunakan barang atau jasa. Jadi, perilaku
konsumen adalah proses
dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pembelian,
penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan
keinginan.
Pendekatan
perilaku konsumen
Terdapat dua jenis mengenai pendekatan perilaku konsumen
diantaranya :
Teori Kardinal (Cardinal Theory)
Teori Kardinal (Cardinal Theory) ini menyatakan
bahwa kegunaanya dapat dihitung secara nominal, seperti : tinggi badan, berat badan,
dan lain-lain.
Teori Ordinal (Ordinal Theory)
Teori Ordinal (Ordinal Theory) ini menyatakan bahwa kegunaanya
tidak dapat dihitung tetapi hanya dapat dibandingkan, seperti pembuatan kurva.
Terdapat tiga
pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen yaitu :
Nama saya Rias Astria.
Saya adalah mahasiswi mengulang pada semester 4. Kenapa saya mengambil kelas
TOU 2 yang diajarkan Ibu Ira? Saya suka dengan cara ibu mengajar, menerangkan,
bercerita.
Walaupun, pada awal
saya meminta ijin untuk mengikuti kelas ibu, dan ibu bilang kepada saya, kalau
ikut kelas ibu itu susah loh, banyak tugasnya. Ya itu memang benar. Tugasnya
banyak bener bu, jujur saya kewalahan. Kenapa
bisa gitu? Karena saya tidak pandai menulis di blog ataupun di media-media lain.
Tetapi saya berusaha
supaya saya bisa menyelesaikan tugas-tugas yang ibu berikan. Semoga hasilnya
tidak mengecewakan. Saya minta maaf bu kalau tugas-tugas dari ibu tidak bisa
saya selesaikan tepat pada waktunya.
Apa sih yang dimaksud permintaan, penawaran, dan harga?
Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi ? Nah, kali ini saya akan membuat
resume kelompok saya sendiri, yaitu tentang “Penentuan Harga Permintaan dan
Penawaran”. Tanpa berlama-lama yuk mari di simak ^_^.
Pengertian
Permintaan
Permintaan
adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga
tertentu dalam waktu tertentu.
Sedangkan Hukum Permintaan berbunyi: “Apabila harga naik maka jumlah barang yang
diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang
yang diminta akan mengalami kenaikan”.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan antara lain :
·Selera
·Pendapatan konsumen
·Harga barang atau jasa pengganti
·Harga barang atau jasa pelengkap
·Perkiraan harga di masa datang
·Intensitas kebutuhan konsumen
Pengertian
Penawaran
Penawaran
adalah sejumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu dan waktu
tertentu atau keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah
penawaran.
Sedangkan Hukum Penawaran berbunyi: “Bila tingkat harga mengalami kenaikan maka
jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka
jumlah barang yang ditawarkan turun”.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran antara lain :
·Biaya produkisi dan teknologi
yang digunakan
·Tujuan perusahaan
·Pajak
·Ketersediaan barang pengganti
atau pelengkap
·Prediksi atau perkiraan harga di
masa depan.
Penentuan Keseimbangan Harga
Harga
adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang atau jasa yang dinyatakan dalam
bentuk uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas
barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga
keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui
suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan
permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.
Jadi, harga keseimbangan dapat diartikan
harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.
Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil
kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas
yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya.
Dalam kehidupan nyata, orang-orang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan bersama, kegiatan yang dilakukan tersebut menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional atau biasa disebut dengan istilah “organisasi”. Organisasi dalam hal ini bisa terdapat pada badan usaha, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, militer, kelompok masyarakat atau suatu perkumpulan olah raga.
Suatu organisasi perlu untuk mengalokasikan dan menugaskan kegiatan diantara para anggotanya agar tujuan dari organisasi tersebut dapat tercapai dengan efisien. Oleh karena itu, didalam bab ini akan diungkapkan mengenai bermacam-macam aspek proses pengorganisasian yang tentu saja berkenaan dengan pencapaian tujuan organisasi.
Kata Organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olah raga. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasinya dapat tercapai dengan efisien.
Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi adalah departementalisasi, yaitu merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan-kegiatan yang sejenis yang saling berhubungan dapat dikerjakan bersama.
Hal ini akan tercermin pada struktur formal suatu organisasi, dan tampak atau ditunjukkan oleh suatu bagan organisasi. Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Kedua aspek ini merupakan dasar proses pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.
PENGERTIAN PENGORGANISASIAN
Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertian. Istilah tersebut dapat digunakan untuk menujukkan hal-hal berikut ini :
Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumberdaya-sumberdaya keuangan, fisik, bahan baku, dan tenaga kerja organisasi.
Hubungan-hubungan antara fungsi, jabatan, tugas, dan para karyawan.
Cara dalam mana para manejer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.
Dari tiga hal diatas dapat disimpulkan bahwa Pengorganisasianmerupakan suatu proses untuk merancang anggota struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern.
Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagiankerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian.
James D. Mooney mengatakan “Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersana, “ sedang Chester I. Bernard memberikan pengertian organisasi yaitu suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan.
Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
Organisasi dalam arti badan :kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Organisasi dalam arti bagan : gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu :
Adanya tujuan bersama.
Adanya kerjasama dua orang atau lebih.
Adanya pembagian tugas.
Adanya kehendak untuk bekerja sama.
-->
TEORI-TEORI ORGANISASI
Teori organisasi terbagi menjadi tiga yaitu:
Teori Organisasi Klasik.
Teori Organisasi Neoklasik.
Teori Organisasi Modern.
-->
TEORI ORGANISASI KLASIK
Teori klasik atau classical theory disebut juga sebagai teori tradisional. Teori ini berisi konsep tentang organisasi pada abad 19-an. Oragnisasi klasik sangat sentralistik dan tugas-tugas terspesialisasi, rantai perintah dan penggunaan disiplin, aturan dan supervisi sangat ketat, dan mekanistik.
Teori klasik mendifinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama.
Teori klasik berkembang dalam tiga aliran:
Teori Birokrasi.
Teori Administrasi.
Teori Manajemen Ilmiah.
Teori Birokrasi
Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.
Para teoritikus klasik seperti Fayol (1949), Taylor (1911), dan Weber (1948), selama bertahun-tahun telah mendukung model birokrasi guna meningkatkan efektivitas administrasi organisasi.
-->
Max Weber mengemukakan teori birokrasi ini dan dia adalah sosok yang dikenal sebagai bapak birokrasi. Teori Klasik oleh Max Weber memiliki 6 karakteristik birokrasi:
Pembagian kerja yang jelas yaitu pembagian kerja atas dasar spesialisasi fungsi dan tugas dan masing-masing posisi ditentukan oleh otoritas legal.
Ada hirarkhi kekuasaan yang jelas yaitu hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik.
Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja didasarkan pada aturan-aturan yang diformulasikan dicatat dalam dokumen tertulis.
Hubungan antar pribadi yang terjadi dalam organisasi merupakan hubungan yang bersifat impersonal.
Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi.
System aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan.
Teori Administrasi
Secara teoritis bentuk organisasi berlaku universal, aplikasi teori ini harus sama, landasannya efisiensi dengan prinsip spesialisasi tugas / pembagian kerja, hierarki otoritas, span of control, dan pengelompokan kerja. Teori ini dikemukakan oleh Henry Fayol. Henry Fayol adalah bapak administrasi (Father of modern operational management theory).
Fayol mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi :
Pembagian kerja (division of work).
Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility).
Disiplin (dicipline).
Kesatuan perintah (unity of command).
Kesatuan pengarahan (unity of direction).
Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi (subordination of individual intereststo general interest).
Balas jasa (remuneration of personnel).
Sentralisasi (centralization).
Rantai skalar (scalar chain).
Tata tertib atau aturan (order).
Keadilan (equity).
Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel).
Inisiatif (initiative).
Solidaritas kelompok (esprit de corps).
Tiga prinsip organisasi yang dikemukakan oleh James de Mooney dan Allen Reilly:
Prinsip koordinasi
Prinsip scalar
Prinsip fungsional
-->
Teori Manajemen Ilmiah
Ada 2 pendapatan tentang manajemen ilmiah :
Manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi.
Manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik “a bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.
MANAJEMEN ILMIAH TAYLOR :
Unsur Kunci :
Pembagian Kerja : berkenaan denan bagaimana tugas, kewajiban dan pekerjaan organisasi didistribusikan (disinilah bagaimana jalur dan pola komunikasi berlangsung).
Proses Skalar – fungsional : berkenaan dengan rantai perintah / dimensi vertikal organisasi yang menunjukkan proses fungsional dan jalur horisontal organisasi.
Struktur : hubungan logis antara berbagai fungsi dalam organisasi. Teori klasik fokus pada dua stuktur dasar : lini (garis komando / pimpinan/decition maker) & staf (garis koordinatif / pelaksana tugas/follower).
Rentang Kendali/pengawasan (span of control) : menunjukkan jumlah bawahan yang berada di bawah pengawasan seorang atasan. Efektifitas pengawasan organisasi tergantung pada besar kecilnya jumlah rentang kendali yang ada.
Teori organisasi klasik sepenuhnya hanya menguraikan anatomi organisasi formal. Di dalam organisasi formal ada empat unsure pokok yang selalu muncul yaitu:
System kegiatan yang terkoordinasi
Kelompok orang
Kerjasama
Kekuasaan dan kepemimpinan
TEORI ORGANISASI NEOKLASIK
Teori neoklasik adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya. Pendekatan neoklasik mencakup uraian sistematis organisasi informal dan pengaruhnya pada organisasi formal. Pengikut teori neoklasik adalah mereka yang membahas kelemahan model klasik pada prilaku organisasi tetapi tidak menentang seluruh teori klasik.
Pembagian kerja neoklasik yaitu:
Melibatkan setiap orang dalam mengambil keputusan.
Perluasan kerja.
Manajemen bottom-up.
TEORI ORGANISASI MODERN
Teori Organisasi Modern yaitu memandang semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan, dan mempunyai sistem terbuka yaitu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan. Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariable, probabilistik.
Organisasi modern ini mempunyai sistem terbuka (berdasarkan analisa konseptual, dan didasarkan data empiris serta bersifat sintesa dan integratife) yaitumenyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan. Organisasi modern ini memaduakn antara organisasi klasik dan neoklasik dengan konsep yang lebih maju.
-->
Teori organisasi modern menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada system manusia dalam perilakunya berorganisasi yaitu :
Komunikasi
Konsep keseimbangan
Proses pengambilan keputusan
Perkembangan teori yang telah dibahas memunculkan pendekatan-pendekatan manajemen seperti :
Pendekatan proses (Process approach) adalah melakukan identifikasi berdasarkan fungsi-fungsi administrasi (Fayol )
Pendekatan sistem (System approach), pandangan bahwa organisasi sebagai sistem yang dipersatukan dan di arahkan dari bagian-bagian yang saling berkaitan. Sistem terdiri sub sistem. Sinergi berarti sebagai departemen terpisah dalam sebuah organisasi bekerjasama dan berinteraksi, mereka menjadi lebih produktif daripada bila masing-masing bertindak sendiri-sendiri
Pendekatan Kontingensi (Contingency approach), pandangan bahwa teknik manajemen yang paling baik memberikan kontribusi untuk pencapaian sasaran organisasi mungkin bervariasi dalam situasi atau lingkungan yang berbeda.
-->
Pendekatan Keprilakuabn (Behavior approach), pendekatan hubungan manusiawi.
Pendekatan Kuantitatif (Quantitative approach), sering dinyatakan dengan istilah management science atau operation research.
-->
STRUKTUR ORGANISASI
Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasidiolah. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi,koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuransatuan kerja.
Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu :
Strategi organisasi pencapaian tujuan.
Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi.
Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan.
Besarnya satuan oraganisasi dan satuan kerja mempengaruhi struktur organisasi.
Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
Spesialisasi kegiatan
Koordinasi kegiatan
Standarisasi kegiatan
Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan
Ukuran satuan kerja
Pembagian kerja (division of work)
Pembagian Kerja adalah Upaya untuk menyederhanakan dari keseluruhan kegiatan dan pekerjaan (yang telah disusun dalam proses perencanaan) --yang mungkin saja bersifat kompleks—menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana setiap orang akan ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap kegiatan yang sederhana dan spesifik tersebut
Kadangkala Pembagian Kerja dinamakan dengan Pembagian Tenaga Kerja, namun lebih sering digunakan Pembagian Kerja karena yang dibagi-bagi adalah pekerjaannya, bukan orangnya.
Contoh Pembagian Kerja :
Pembagian Kerja dalam Bisnis Restoran, pembagian kerja dapat berupa pembagian kerja untuk bagian dapur, pelayanan pelanggan di meja makan, kasir, dan lain sebagainya
BENTUK-BENTUK ORGANISASI
Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu:
Pembagian kerja
Rantai perintah
Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
Tingkatan manajemen
Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut :
Bentuk Piramidal
Bentuk Vertikal
Bentuk Horisontal
Bentuk Melingkar
Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
Organisasi Garis
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.
Kebaikannya :
Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
Proses pengambilan keputusan cepat.
Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
Rasa solidaritas tinggi.
Kelemahannya :
Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
Organisasi Garis dan Staf
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.
Kebaikannya :
Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan perusahaan
Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli.
Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi.
Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci.
Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Kelemahannya :
Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan menjadi tidak saling mengenal.
Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf, karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda.
Kesatuan komando berkurang.
Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas.
Organisasi Fungsional
Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.
Kebaikkanya :
Pembidangan tugas lebih jelas.
Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan.
Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan tinggi.
Koordinasi berjalan lancar dan tertib.
Kelemahannya :
Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik.
Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.
Kebaikannya :
Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team.
Kelemahannya :
Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas.
Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan.
Organisasi Formal dan Informal
Ragam arti organisasi banyak sekali seperti organisasi statis, organisasidinamis, organisasi formal, organisasi informal, organisasi tunggal, organisasi jamak, organisasi daerah, organisasi regional, organisasi negara, organisasi internasional dan lain sebagainya. Ada beberapa saja yang akan dibahas di sini, yaitu :
Organisasi Statis
Yaitu gambaran skematis hubungan-hubungan kerjasama yang terdapat dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan.
Organisasi Dinamis
Yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organisasi, mengadakan departementasi dan menetapkan wewenang, tugas dan tanggung jawab.
Organisasi Formal
Yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional.
Organisasi Informal
Yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama, dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur.
E. DEPARTEMENTASI (DEPARTEMENTATION)
Efesiensi kerja tergantung kepada keberhasilan integrasi satuan-satuan yang bermacam-macam dalam organisasi. Proses penentuan cara bagaimana kegiatan dikelompokkan disebutkan departementasi. Macam bentuk departementasi yaitu :
-->
Departementasi Fungsional
Mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi. Ini merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan bentuk dasar departementasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. Gambar 6.1 menunjukkan departementalisasi fungsional yang digunakan pda tingkatan manajemen puncak dalam membagi empat fungsi utama bisnis-produksi, pemasaran, keuangan dan personalia (kepegawaian).
-->
Kebaikannya :
Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama
Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi
Memusatkan keahlian organisasi
Memungkinkan pengawasan mana-jemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi.
Kelemahannya :
Menciptakan konflik antar fungsi
Adanya kemacetan pelaksanaan tugas
Umpan balik yang lambat
Memusatkan pada kepentingan tugasnya
Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif.
Departementasi Devisional
Dengan membagi divisi-divisi atas dasar produk, wilayah, langganan, dan proses, dimana tiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri. Organisasi divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.
Struktur organisasi divisional atas dasar produk. Setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logik yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi (lihat gambar 6.2). Dalam gambar terlihat bahwa perusahaan diorganisasikan atas dasar produk pada tingkat manajer umum, dan pada tingkat selanjutnya menggunakan pendekatan fungsional.
-->
Struktur Organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah, kadang-kadang juga disebut departementalisasi daerah, regional atau geografis, adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya. Faktor-faktor lokasi yang terutama menjadi pertimbangan adalah sumber bahan mentah, pasar dan tenaga kerja. Perusahaan yang menjual produknya diberbagai wilayah yang tersebar luas, dapat membaginya menjadi kelompok-kelompok wilayah dengan manajer tersendiri (area manager) untuk setiap wilayah. Perusahaan-perusahaan jasa, perbankan dan peruahaan-perusahaan bukan manufakturing lainnya lazin diorganisasikan atas dasar wilayah, dengan membuka kantor-kantor cabang. Sebagai contoh departementalisasi atas dasar wilayah dalam suatu perusahaan manufacturing dapat dilihat pada gambar 6.3.
-->
Struktur organisasi divisional atas dasar langganan. Departementalisasi langganan adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu. Pembentukan divisi ata dasar langganan ini terutama digunakan dalam pengelompokan kegiatan-kegiatan penjualan atau pelayanan, dan diperlukan bila suatu divisi menjual sebagian besar atau semua produknya kepada suatu kelas langganan tertentu. Sebagai contoh, perusahaan elektronika mungkin mempunyai divisi-divisi yang terpisah untuk langganan militer, industri dan konsumen. Sebagai suatu pedoman umum, perusahaan-perusahaan manufacturing dengan garis produk yang sangat beraneka ragam cenderung diorganisasikan atas dasar langganan atau produk (lihat gambar 6.4).
-->
Struktur organisasi divisional atas dasar proses atau peralatan. Departementalisasi proses atau peralatan adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan atas dasar proses atau peralatan produksi. Hal ini sering dijumpai dalam departemen produksi. Kegiatan-kegiatan suatu pabrik menufacturing dapat dikelompokkan menjadi departemen-departemen pemboran, penggilingan, penggergajian, perakitan dan penyelesaian terakhir. Tipe departementalisasi ini mempunyai kegunaan bila mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan memerlukan ketrampilan-ketrampilan pengoperasian khusus atau akan lebih ekonomis bila kapasitas digunakan sepenuhnya. Pendekatan proses atau peralatan terutama ditentukan atas dasar pertimbangan ekonomis.
Tidak seperti departemen fungsional, suatu divisi menyerupai perusahaan yang terpisah. Kepala divisi terutama memusatkan perhatiannya pada operasi divisinya, bertanggung jawab atas laba atau rugi, dan bahkan mungkin bersaing dengan satuan-satuan lainnya dalam perusahaan yang sama. Tetapi suatu divisi bukan merupakan kesatuan yang bebas seperti halnya perusahaan yang terpisah. Dalam hal ini, seorang manajer divisi tidak dapat membuat keputusan-keputusan sebebas pemilik perusahaan terpisah, karena dia masih harus melaporkan kegiatannya kepada direktur pusat.
Sebagai pedoman umum, wewenang kepada divisi terbatas bila keputusan-keputusannya akan mempengaruhi kegiatan divisi-divisi lain.
Struktur organisasi divisional atas dasar produk Setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan metode pemasaran sangat berbeda.
Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Pengelompokkan kegiatan atas dasar tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku, tenaga kerja, pemasaran, transportasi dan lain sebagainya.
Struktur organisasi divisional atas dasar langganan Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk, terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan, pelayanan.
Departemensi Proyek
Merupakan bentuk departementasi campuran.ini dilakukan dengan mengkombinasikan kebaikkan-kebaikkan dari system fungsional dan divisional dengan menghindarkan segala kelemahannya.
Organisasi Proyek Murni
Proyek terpisah dan organisasi induk.
Menjadi organisasi tersendiri dalam staf teknis tersendiri, administrasi yang terpisah dari ikatan dengan organisasi induk, laporan kemajuan atau kegagalan secara periodik mengenai proyek.
Pimpinan dalam hal ini manajer proyek bisa melakukan pembangunan sumber daya dari luar berupa sub kontraktor atau supplier selama sumberdaya itu tidak bersedia atau tidak bisa dikendalikan dalam organisasi.
Kelebihan :
Manajer proyek (MP) mempunyai wewenang penuh untuk mengelola proyek.
Semua anggota tim proyek secara langsung bertanggungjawab terhadap manajer proyek.
Rantai komunikasi menjadi pendek, yakni antara manajer proyek dengan eksekutif secara langsung.
Bila ada proyek yang sejenis berturut‐turut, organisasi ini bisa memanfaatkan para ahli yang sama sekaligus melakukan kaderisasi dalam penguasaan teknologi tertentu.
Karena kewenangan terpusat, kemampuan untuk membuat keputusan bisa cepat dilakukan.
Adanya kesatuan komando.
Bentuk ini cukup simpel sehingga mudah dilaksanakan.
Adanya dukungan secara menyeluruh terhadap proyek
Kelemahan :
Bila organisasi induk mempunyai banyak proyek yang harus dikerjakan, biasanya setiap proyek akan mengusahakan sendiri sumberdaya, sehingga terjadi duplikasi usaha dan fasilitas.
Struktur ini akan menambah biaya yang cukup mahal bagi Organisasi induk, karena biasanya akan berdiri sendiri dengan staf yang penuh.
Sering kali manajer proyek menumpuk sumberdaya secara berlebihan untuk mendapatkan dukungan teknis dan teknologi sewaktu-waktu diperlukan
Bila proyek selesai akan terjadi masalah tentang bagaimana nasib pekerja proyek yang ada.
Ketidakkonsistenan prosedur bisa sering terjadi dengan memakai alasan “memenuhi permintaan klien”.
Memilih Bentuk Organisasi Proyek :
Frekuensi adanya y proyek baru : berapa sering suatu perusahaan mendapat proyek dan sejauh mana perusahaan induk tersebut terlibat dengan aktivitas
proyek.
Berapa lama proyek berlangsung
Ukuran proyek: tingkat pemakaian tenaga kerja, modal dan sumberdaya yang dibutuhkan.
Kompleksitas hubungan : jumlah bidang fungsional yang terlibat dalam proyek dan bagaimana hubungan ketergantungannya.
Departemensi Matriks.
Pada prinspinya sama dengan system proyek, tapi disini para karyawan mempunyai dua atasan, yang tentunya berada di dua wewenang. Rantai perintah pertama yaitu, fungsional, yang wewenangnya mengalir secara vertical. Kadua yaitu rantai perintah lateral atau horizontal, wewenangnya melintasi departemen yang dilaksanakan oleh manajer proyek, sehingga menyerupai matrix dalam lalu-lintas aliran wewenang.
Kebaikkan :
Memaksimumkan efisiensi penggunaan manajer fungsional.
Mengembangkan keterampilan dan kreativitas karyawan serta fleksibilitaskepada organisasi.
Melibatkan motivasi dan menantang karyawan serta memperluas pandangan manajemen terhadap masalah strategi perusahaan yang akhirnya membebaskan manajemen puncak untuk perencanaan.
Menstimulasi kerja sama antar displin dan mempermudah kegiatan perusahaan dengan orientasi obyek.
Kelemahan :
Adanya pertanggungjawaban ganda dan kebijaksanaan yang kontradiktif.
Memerlukan koordinasi vertical dan horizontal.
Memerlukan lebih banyak keterampilan antar pribadi.
Menimbulkan resiko timbulnya perasaan anarki.
Sangat mahal untuk diimplentasikan.
Mendorong pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah perdebatan daripada kegiatan.
KESIMPULAN
Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian.
Matriks dan organisasi proyek murni cocok untuk proyek berskala menengah dan besar, kompleksitas tinggi, beresiko tinggi, batasan waktu ketat.
Organisasi fungsional cocok untuk proyek dengan skala relatif kecil, resiko kecil, waktu fleksibel.